HUT ke-1.262 Kabupaten Malang, dr Umar: Pentingnya Pembangunan Kesehatan Ciptakan Masyarakat Maju Makmur

dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Kabupaten Malang telah menapaki perjalanan sejarah panjang dan kini telah berusia 1.262 tahun.

“Menapaktilasi HUT Kabupaten Malang ke -1262 saya menilai pembangunan sektor kesehatan menjadi bidang penting untuk selalu diperbaiki, demi mewujudkan masyarakat yang maju dan makmur,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 Malang Raya, dr Umar Usman MM kepada BacaMalang.com, Selasa (29/11/2022).

Pria berjuluk Dokter Rakyat ini menuturkan saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 dan upaya mewaspadai dengan menyiapkan sejumlah langkah penanganan pasien terpapar virus, meliputi meningkatkan upaya preventif dan promotif untuk mencegah penularan COVID-19.

Selain itu juga penting dilakukan optimalisasi fasilitas layanan kesehatan yang ada pada masing-masing wilayah untuk perawatan pasien terkonfirmasi COVID-19, termasuk memastikan ketersediaan tempat tidur dan logistik kesehatan untuk melakukan perawatan pasien konfirmasi COVID-19 di masing-masing wilayah.

Ia menambahkan, pencatatan dan pelaporan data pasien terkonfirmasi COVID-19 juga bisa berjalan dengan baik dan secara seketika, serta melakukan monitoring dan evaluasi terkait mutu pelayanan kesehatan untuk penanganan pasien positif COVID-19.

Berdasarkan data Satuan Penanganan COVID-19 Kabupaten Malang, hingga 16 November 2022, total kasus aktif di Kabupaten Malang sebanyak 177 orang, 38 orang kasus baru, 85 pasien dirawat, dan 22 lainnya sembuh.

Dipaparkannya capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di Kabupaten Malang, masih rendah dan diketahui berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), per 2 Agustus, tercatat capaian vaksinasi booster masih berkisar 15,59 persen.

Sementara Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi booster setidaknya 50 persen dari total jumlah penduduk. Artinya, untuk Kabupaten Malang masih kurang 34,41 persen untuk mencapai target 50 persen.

Namun capaian baik dicatat untuk persentase capaian vaksin dosis pertama mencapai 88,26 persen dan vaksin dosis kedua 77,82 persen.

“Door to Door bisa dijadikan solusi meningkatkan capaian vaksinasi Booster dan saat ini sudah dilakukan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Hal ini tidak hanya dilakukan Pemkab Malang saja namun semua Rumah Sakit maupun perusahan juga dilibatkan untuk menyelesaikan vaksinasi tersebut,” tegas pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Selanjutnya ia menyoroti Penyakit Tidak Menular (PTM) terus meningkat dan melampaui penyakit menular karena sekarang ini Indonesia mengalami transisi epidemiologi penyakit dan kematian yang disebabkan oleh pola gaya hidup, meningkatnya status sosial ekonomi serta bertambahnya usia harapan hidup. “Awalnya penyakit tersebut didominasi oleh penyakit menular, namun kini PTM terus meningkat dan melampaui penyakit menular,” tandas pria yang juga Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

Diketahui capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Malang masih rendah, belum mencapai target 100% disebabkan manajemen program belum mantap, belum sinerginya pencatatan-pelaporan dari lintas program dan jejaring, masih rendahnya kedisiplinan menginput hasil skrining pada ePuskesmas serta penatalaksanaan hipertensi dan diabetes mellitus.

Untuk itu diperlukan upaya koordinasi lintas program di Dinas Kesehatan agar bersinergi dalam penyamaan persepsi dan pemahaman tentang program PTM dan Kesehatan Jiwa, baik dalam standar pelayanan, pencatatan dan pelaporannya, mencakup Bidang Kesehatan Masyarakat (program Lansia, UKS, KIA dan Kespro), Bidang P2P (program GIF, UBM, IVA, TB-DM, Pandu PTM, Keswa, dan Napza).

Diketahui bahwa Kabupaten Malang menjadi percontohan PTM Nasional, dan diyakini bahwa Puskesmas sudah melakukan segala daya upaya, hanya sayangnya masih per program serta membutuhkan kompilasi, namun adanya inovasi SMARThealth di Kabupaten Malang cukup membantu karena pendataan luar biasa lengkap by name by address.

dr Umar juga menyebutkan enam hal penting dalam pembangunan sektor kesehatan Kabupaten Malang. Pertama, perlunya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas, berkeadilan, dan mudah dijangkau.

Kedua, perlunya dukungan Peraturan Perundangan bidang kesehatan meningkatkan pembiayaan kesehatan masyarakat miskin. Ketiga, perlunya dijalankan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan, mendukung kemandirian masyarakat hidup sehat dan produktif.

Keempat, peningkatan sanitasi lingkungan, pada Perumahan dan Tempat-Tempat Umum yang berpotensi terhadap timbulnya kasus penyakit
menular. Kelima, kemudahan akses Informasi Kesehatan dan surveilans epidemiologi penyakit berbasis masyarakat.

“Keenam, peningkatan Sumber Daya Kesehatan merata dan berkeadilan di masyarakat. Diharapkan semua telaah yang Kami sampaikan bisa menjadi masukan untuk dijalankan secara simultan dan maksimal untuk menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (had)