Ibu Rumah Tangga Berdaya Melawan Pandemi Ekonomi

Foto: Pelatihan “Financial Literacy dan E-Commerce Ibu Rumah Tangga Terdampak Covid-19”. (ist)

BACAMALANG.COM – Ibu rumah tangga merupakan kelompok pendukung perekonomian utama keluarga, terlebih di era pandemi saat ini. Menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional pada masa pandemi, juga tidak bisa dilepaskan dari adanya pelemahan ekonomi di sektor rumah tangga.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memberlakukan physical distancing, lockdown serta protokol kesehatan. Lebih-lebih, kepala keluarga banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja, pengurangan gaji, dan pembatasan mobilitas yang membuat penghasilan keluarga menurun.

Konteks inilah yang kemudian ditangkap oleh FISIP-UB sebagai pintu masuk untuk menguatkan perekonomian keluarga dengan memberikan pelatihan “Financial Literacy dan E-Commerce Ibu Rumah Tangga Terdampak Covid-19”.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan, keahlian dan pembentukan komunitas bagi ibu rumah tangga. Kegiatan yang dilakukan FISIP-UB ini dilaksanakan di Komunitas Averroes, pada Minggu 24 Oktober 2021, yang dihadiri oleh 22 ibu dan calon ibu rumah tangga.

Pelatihan ini menghadirkan seorang pembicara ibu rumah tangga yang juga owner dari Optik Titan Malang dan butik Naya, Ny. Devinifera, yang berpengalaman lebih dari 8 tahun di bisnis online.

Dalam sambutannya, inisiator kegiatan ini yang juga dosen Pemerintahan Universitas Brawijaya, Rachmad Gustomy, M.I.P, menyatakan bahwa sektor rumah tangga menjadi pondasi penting perekonomian nasional, ditengah kenyataannya sedang berjuang untuk bisa tetap bertahan di tengah pandemi covid.

“Modal bukan segalanya, pasar lebih utama. Keluhan utama yang paling sering muncul dalam memulai sebuah bisnis umumnya adalah keterbatasan modal. Berdasarkan pengalamannya, hal ini dibantah oleh Devinifera, yang mengatakan bahwa mencari dan membentuk pasar adalah hal yang pertama harus dilakukan, bukan justru terjebak dengan prasyarat-prasyarat bisnis yang membutuhkan modal besar,” terangnya, Rabu (27/10/2021).

Foto: Program pengabdian masyarakat kerjasama FISIP UB dan Komunitas Averoes. (ist)

Lebih lanjut, Devinifera menceritakan bagaimana pengalamannya memulai bisnis Optik Titan. “Waktu itu yang saya lakukan pertama kali adalah melakukan riset pasar penjualan kacamata online di Malang. Setelah melihat ceruk pasarnya, kemudian kami siapkan perangkat untuk membentuk pasarnya. Kami memaksimalkan media sosial, google platform dan semacamnya, bahkan sebelum produk kami hadirkan di Malang,” tuturnya.

Maka dari itu, imbuh dia, dengan pasar yang sudah terbentuk maka manajemen resiko dari bisnis yang dilakukan dapat ditekan seminimal mungkin. Artinya, pembeli sudah dipersiapkan dulu baru kemudian produk dihadirkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam pemaparannya, Devinifera justru menekankan untuk memaksimalkan potensi teknologi untuk membatasi pengeluaran modal sekecil mungkin dengan hasil semaksimal mungkin. Penjelasan Devinifera menekankan penggunaan teknologi sebagai nilai lebih daripada modal untuk memulai sebuah bisnis. Lebih-lebih, data menunjukkan bahwa semakin mudahnya akses gadget kepada ibu rumah tangga saat ini, menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis rumah tangga secara online.

“Data dari Kemenkominfo tahun 2017 mempelihatkan bahwa sebesar 57% ibu rumah tangga memiliki smartphone. Lebih lanjut, frekuensi penggunaan smartphone di rumah mencapai 69,74%. Ini memberikan informasi bahwa ibu rumah tangga sudah cukup akrab dengan smartphone dan cukup aktif pula menggunakannya. Ini juga merupakan potensi dan modal dalam pengembangan usaha/bisnis online di tingkat rumah tangga,” pungkasnya.

Komunitas Emak Berdaya

Kegiatan ini mendapat respon agresif dari peserta pelatihan. Diakhir acara mereka sepakat untuk membentuk komunitas “Emak Berdaya” yang akan melakukan tindak lanjut pasca kegiatan pelatihan. Dengan komunitas ini, maka diharapkan akan terbangun jaringan bisnis antar ibu rumah tangga dan konsumen/produsen lainya.

Jejaring “Emak Berdaya” ini mempermudah akses informasi dari banyak pelaku usaha rumah tangga dan memperluas pengetahuan tentang kondisi pasar. Para peserta dapat berbagi informasi terkait kenaikan harga pasar, permintaan dan lainnya melalui jejaring ini. (*/red)