IKIP Budi Utomo Buka Kesempatan Anak Cucu Veteran, Guru Honorer dan Yatim Piatu Jadi Maba

Foto: Kemeriahan Sambut Mahasiswa Baru (Samba) 2020 episode Paripurna, di Kampus IKIP Budi Utomo Jalan Citandui Malang, Rabu (4/11/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – IKIP Budi Utomo (IBU) Malang menggelar Sambut Mahasiswa Baru (Samba) 2020 episode Paripurna, di Kampus Jalan Citandui, Rabu (4/11/2020). Sesuai namanya, maka episode ini adalah episode terakhir yang berarti menutup keseluruhan episode yang digelar sejak medio Juli 2020 lalu.

“Artinya, penerimaan mahasiswa baru (maba) telah berakhir, dan akan dilanjutkan dengan kegiatan akademik lain,” ungkap Rektor IKIP Budi Utomo Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si di sela prosesi Samba.

Namun Nurcholis mengaku, minat masyarakat masih tinggi untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Oleh karena itu pihaknya membuat kebijaksanaan untuk tetap membuka kesempatan pendaftaran maba hingga di akhir di bulan November ini.

“Pendaftaran ini dibuka khusus bagi anak dan cucu para veteran maupun anak cucu dari guru honorer, serta anak yatim piatu, dengan kuota sebanyak 40 mahasiswa,” terangnya.

Nurcholis menuturkan, mereka akan dibebaskan dari biaya pendaftaran dan sumbangan pembangunan. “Kebijakan ini untuk menyambut dan menghormati hari Pahlawan dan Hari Guru di bulan November ini,” imbuhnya.

Menurut Nurcholis, model perkuliahan di bulan-bulan ini ettap sesuai prokes yang ada dan akan disurvei serta diamati lebih lanjut untuk kuliah tatap muka. Jika memang bisa, maka ruangan biasanya 30-40 akan diisi maksimal 15-20 orang, sementara lainnya dilakukan secara daring. “Model daring tentunya sudah kami lakukan lewat jaringan Edlink, yang kami kembangkan dengan server sendiri,” paparnya.

Samba episode Paripurna ini diikuti 250 maba dari total 1508 orang dari episode sebelumnya. Kali ini IBU lebih menonjolkan ciri khasnya sebagai kampus Nusantara. Beragam budaya ditampilkan dalam kegiatan yang juga disiarkan secara live streaming di kanal YouTube IBU ini, mulai tari, menyanyi hingga peragaan Pencak Silat
Rangkaian acara yang dikemas sederhana ini juga menjadi meriah dengan penampilan dua mahasiswi IBU, Afra dan Cahya yang berkostum unik cosplay karnaval. Afra mengenakan kostum bertema tari Nusantara Utama, sedangkan Cahya memakai cosplay bertema Candi Borobudur.

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Huda Faturrahman, perancang dan pembuat cosplay dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gober (Gondanglegi Bersatu).
“Pembuatannya memakan waktu dua minggu,” ungkap Huda yang busana cosplaynya kerap tampil di Malang Flower Carnival hingga Jember Fashion Carnival ini. Huda mengaku bersyukur, karena di masa pandemi ini masih diberi kesempatan untuk berkarya kembali di acara Samba episode Paripurna ini. (ned)