Inflasi Kota Malang Rendah, Konsumen Optimis Kondisi Ekonomi 6 Bulan ke Depan Berangsur Baik

Foto: Walikota H Sutiaji (dua dari kanan) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan A. (paling kiri) saat meninjau salah satu peserta pameran KKI di Hotel Santika Malang, Rabu (24/3/2021)

BACAMALANG.COM – Meskipun Inflasi Kota Malang rendah, namun konsumen masih optimis kondisi ekonomi 6 bulan ke depan berangsur-angsur membaik.

Hal itu setidaknya terungkap dari laporan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang rilisnya diterima redaksi.

Berdasarkan rilis inflasi BPS pada tanggal 1 September 2021, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 0,03% (mtm) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,63 atau secara tahun kalender tercatat sebesar 0,58% (ytd) sehingga inflasi tahunannya tercatat sebesar 1,12% (yoy).

Kota Malang mengalami inflasi terendah dari delapan kota IHK Jawa Timur. Inflasi tahunan Kota Malang masih berada di bawah inflasi tahunan Nasional (1,59%-yoy) dan Jawa Timur (1,88%-yoy).

Menyikapi fenomena inflasi yang tetap rendah, Kota Malang perlu lebih mengakselerasi pemulihan ekonomi pasca berakhirnya pemberlakuan PPKM, antara lain melalui stimulus / dukungan terhadap pelaku usaha termasuk UMKM, menyelenggarakan berbagai program / kegiatan yang mendorong konsumsi masyarakat, serta menggiatkan pembiayaan daerah dalam berbagai proyek strategis yang sempat tertunda realisasinya akibat PPKM.

Adapun inflasi kota Malang didorong oleh beberapa kelompok pengeluaran yaitu kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,68% (mtm), kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,41% (mtm) serta kesehatan sebesar 0,07% (mtm).

Hal ini didorong oleh adanya kebutuhan pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan pemeliharaan daya tahan tubuh seperti konsumsi vitamin dan obat-obatan dalam rangka mencegah dan menanggulangi dampak dari pandemi Covid-19.

Di sisi lain, peningkatan inflasi tertahan oleh kelompok makanan minuman, dan tembakau yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,19% mtm.

Hal ini dipengaruhi oleh terjadinya penurunan harga cabai rawit dan bawang merah yang terjadi karena melimpahnya stok seiring dengan mulai masuknya musim panen di wilayah sentra produksi.

Selain itu, kelompok transportasi turut mengalami deflasi sebesar 0,04% (mtm), salah satunya terjadi akibat penurunan harga tiket angkutan udara seiring adanya penerapan PPKM yang mengurangi mobilitas masyarakat.

Dari sisi ekspektasi, berdasarkan hasil Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia Malang periode Agustus 2021, konsumen masih optimis terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) mengalami peningkatan menjadi 102,67 setelah bulan lalu tercatat sebesar 86,67.

Dengan demikian, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan masih terjaga dan berada pada level optimis serta diharapkan dapat membaik pasca penurunan level / berakhirnya PPKM.

Ke depan, Bank Indonesia Malang tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah serta konsisten dalam mengarahkan ekspektasi inflasi melaui program – program TPID guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0% ± 1%.

Di samping itu, Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan akselerasi vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (*/had)