Ini Rekom Dewan Soal Pemanfaatan Air Sumber Pitu untuk Petani

Para petani dari Tumpang dan Pakis diterima oleh anggota dewan di ruang rapat paripurna (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Malang mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait pemanfaatan air dari Sumber Pitu yang dipersoalkan oleh petani di Kecamatan Tumpang dan Pakis.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, saat menemui para petani yang tergabung dalam Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air Tirto Songo Pakis – Tumpang, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (4/3/2020).

“Harus ada kajian teknis. Rekomendasi kami, lakukan kajian. Debit air yang dikeluarkan Sumber Pitu itu berapa?. Lalu, berapa kebutuhan air baku yang dibutuhkan lahan pertanian itu, saat musim hujan dan kemarau. Kalau itu sudah diketahui, baru sisanya untuk air minum,” kata Didik.

Didik menambahkan, jika rekomendasi itu belum dijalankan, pihaknya selaku wakil rakyat bertugas untuk terus mengingatkan instansi terkait yang memanfaatkan Sumber Pitu.

“Petani ini kan datang bukan untuk air minum, tapi untuk air baku sawah. Sudahkah itu dipenuhi? Kalau itu belum berarti ada kewajiban yang harus di dorong, baik PDAM atau Dinas Pengairan. Sehingga air baku ini menjadi prioritas, karena ini kan penompang perut,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Tunjungtirto Singosari ini pun menyatakan, persoalan air baku tersebut merupakan kebutuhan bersama. Harus ada jalan keluar yang menguntungkan bagi semua pihak.

“Kita harus kaji bersama. Ini kan kebutuhan bersama,” tandas Didik. (mid/yog)