Inspiratif, Kiprah Kang Ilun Bangkitkan Socio Entrepreneurship di Kalangan Pemuda

Caption : Ketua Karang Taruna Desa Pujon, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Amirul Muttaqin ( Kang Ilun). (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Meski pandemi menjadikan sendi kehidupan serasa lumpuh, namun selalu saja ada spirit dan asa untuk bangkit dan berbagi kepada sesama.

Salah satu yang layak mendapat apresiasi adalah kiprah inspiratif Ketua Karang Taruna Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Amirul Muttaqin atau biasa disapa Kang Ilun menjadi penggerak Socio Entrepreneurship di kalangan generasi muda.

“Socio Entrepreneurship bisa dikatakan sebagai sebuah ide untuk memajukan desa dan lingkungan sekitar melalui kegiatan perubahan dari segi ekonomi melalui peran serta pemuda dengan tekad dan konsistensi tinggi dan mengangkat bahan baku yang ada di sekitar wilayah desa tersebut,” tegas Kang Ilun mulai bercerita.

Ia mengatakan kiprah di Socio Entrepreneurship dan kepemudaan adalah kerapkali didaulat menjadi mentor bangkitkan inspirasi pemuda.

“Alhamdulillah saya kerapkali didaulat menjadi mentor dan memberi inspirasi pemuda di desa. Kita buktikan bahwa kita bisa berkreasi berkreatif walaupun background kita sebagai peternak dan petani di desa,” tuturnya.

“Alhamdulillah gerakan dan gebrakan literisasi kampung melalui UMKM sudah hampir ada di tiap kecamatan di Kabupaten Malang. Saya sering juga diundang untuk membantu desa-desa di luar Kabupaten Malang,” terangnya.

“Gerakan kita diawali dengan gerakan sosial. Kita membantu ketika ada teman karang taruna dari desa lain kesulitan untuk mengembangkan desanya. Melalui program UMKM 1 desa 1 produk, alhamdulillah teman-teman kita mulai terinspirasi. Karena kita keterbatasan dana untuk selalu keliling di tiap desa, maka program kami agak lambat. Alhamdulillah kadang teman dari desa lain menggunakan anggaran karang tarunanya untuk meminta kita menjadi mentor UMKM,” ungkapnya.

“Solusinya agar bisa berkesinambungan, menunggu kalau kita ada rejeki lebih lagi. Kita datangi teman-teman karang taruna atau masih mencari program dari pemerintah untuk menjadi sponsor bagi gerakan kita,” paparnya.

Pendapat terkait pandemi ia merasa prihatin. ” Sangat menghambat bagi kita untuk mensukseskan program 1 desa 1 produk, membuat kita para pelaku UMKM seolah mati secara kegiatan ekonomi,” tukasnya.

Ia menjelaskan solusi membangkitkan ekonomi kala pandemi. “Tetap bertahan membuat produk kita jual online via medsos dan mencari kegiatan ekonomi dari zona sektor ekonomi lain, tidak bertumpu pada 1 sektor kegiatan saja,” sambungnya.

“Harapannya pandemi segera hilang. Kami rindu hidup normal. Gerakan kami Social Entrepreneurship ada yang bisa menjadi sponsor, agar semakin banyak enterpreneur muda yang tumbuh sesuai keunggulan bahan baku dari desa masing-masing,” pungkasnya. (had)