Inspiratif, Pesantren di Kota Malang ini Rencanakan Buka Wisata Petik Sayur Gratis

Caption : Pengunjung bisa memetik sayur gratis dibawa pulang. (ist)

BACAMALANG.COM – Sisi lain positif adanya pandemi Covid bukan hanya memunculkan karya kreatif namun juga melonjaknya kepedulian kepada sesama.

“Program atau proyek ini diprakarsai oleh Pesantren Manajer Tholabie. Kami akan membuka wisata gratis petik sayur awal Juli. Kami dedikasikan untuk memberdayakan ekonomi warga terdampak pandemi dan optimalisasi space lahan di area pekarangan rumah,” tegas salah satu Pengawas Lapangan penggerak pemuda dan relawan, Fahmi.

“Namanya Wisata Tanam Sayur Organik, petik sayur organik, Spot Wisata edukasi bonus seperti area pertanian – perikanan – peternakan yang terintegrasi, Merchandise/ oleh oleh-oleh media tanam, benih dan juga pendampingan menanam sayur organik,” tukasnya.

“Untuk modal membutuh dana belasan juta rupiah. Untuk awal ini Kami tanam sayur Kangkung dulu. Nanti dilanjutkan dengan aneka sayuran lain yang siap dikonsumsi,”; imbuhnya.

“Menariknya, nanti tidak ada biaya tiket dan biaya wisata. Yang ada adalah kami mengistilahkan Barter Kedermawanan. Yakni siapa yang memetik maka setelah itu dia wajib menanam (menyemai) kembali persis dengan jumlah tangkai yang dipanen, dan juga untuk benih sudah Kami siapkan. Juga Kami dampingi selama prosesnya,” terangnya.

“Banyak manfaat dari program ini. Yaitu bisa meningkatkan fungsi dari space lahan di pekarangan yang selama ini mungkin hanya ditumbuhi oleh semak dan sampah. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan sayur organik yang kaya akan manfaat. Serta memenuhi kebutuhan edukasi akan pentingnya sayur organik untuk masyarakat Indonesia khusunya Kota Malang,” urainya.

“Kami berharap semua warga bisa datang kesini. Yah seluruh lapisan masyarakat. Terlebih khusus yang memiliki minat dan kesadaran akan pentingnya menanam sayur organik untuk meraih kedaulatan pangan yang sehat. Yang bisa dimulai dari skala rumah tangga,” ungkapnya.

“Harapan Kami semuanya bisa menduplikasi program ini, menjadi project pemberdayaan percontohan yang akan banyak diterapkan di wilayah-wilayah lain. Mau belajar monggo datang kesini. Mau kolaborasi monggo. Kami terbuka jika niatnya untuk saling bertukar ilmu dan wawasan,” terang Fahmi.

“Jadi untuk masuk gratis. Boleh memetik sayur, syaratnya setelah panen harus menyemai lagi. Benihnya sudah disiapkan. Untuk saat ini Kami preparing dan matangkan konsep juga alur saat tamu datang. Nanti ada semacam gudienya. Ada juga petugas bagian foto dan dokumentasinya. Jadi ada yang mendampingi seperti keliling museum kurang lebih gitu lah. Wisata ini berada di Jalan KH Malik Dalam RT 01 RW 07 Buring, Kota Malang,” pungkasnya. (had)