Jasa Yasa Tak Tahu Pasir Balekambang Diambil untuk Proyek Lapangan Voli

Truk yang digunakan mengangkut pasir laut di Pantai Balekambang (ist)

BACAMALANG.COM – Pengelola Pantai Balekambang mengaku tidak tahu menahu perihal pengambilan pasir laut untuk kepentingan proyek pembangunan lapangan voli pantai di kompleks Stadion Kanjuruhan, Kota Kepanjen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Administrasi Perusahaan Umum Daerah Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Balekambang, Husnul Hakim, Senin (04/12/2020).

“Saya tidak tahu. Tidak ada surat atau apapun ke kami. Kan kalau ada surat permohonan atau apa kan ke saya. Ini tidak ada sama sekali,” ucap Husnul.

Pria yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menambahkan, jikapun ada surat permohonan pengambilan pasir laut di Balekambang, itu bukan kewenangan Jasa Yasa untuk menyetujui atau menolak.

“Seandainya ada surat pun juga bukan kewenangan kita. Salah kalau kita mengijinkan,” terang Husnul.

Husnul sendiri membenarkan bila ada pengambilan pasir laut di Balekambang beberapa waktu lalu. Hal ini berdasarkan penuturan beberapa orang yang sehari-hari beraktivitas di pantai yang terletak di Desa Srigonco Bantur itu.

“Itu kan sudah agak lama. Terus dihentikan itu sama Pokmas. Iya ngambil di pantai itu,” Husnul mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu sejumlah sopir truk diamankan dan selanjutnya dimintai keterangan di Unit II Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Malang.

Para sopir diamankan saat sedang mengangkut pasir pantai atau pasir laut. Informasi yang dihimpun pewarta menyebutkan, pasir diambil dari seputaran kawasan Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Pasir pantai itu diangkut untuk kemudian digunakan sebagai bagian dari proyek lapangan voli pantai di area Stadion Kanjuruhan, Kota Kepanjen. Ada 10 unit truk yang dipakai untuk mengangkut pasir pantai.

“Tadi sekitar 8 kubik (pasir yang diangkut, red),” ucap salah satu sopir yang enggan disebutkan identitasnya, ditemui sesaat sebelum dimintai keterangan di Mapolres Malang.

Sang sopir juga menjelaskan, pengambilan pasir dilakukan dengan cara menggunakan mesin penyedot dan disalurkan lewat selang besar. (mid/yog)