Jelang Idul Fitri 2021, Bank Indonesia Malang Siapkan Uang Tunai Rp 4,511 Triliun

Foto: Bincang Santai Bersama Media (BISMA) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Jumat (16/4/2021). (ned)

BACAMALANG-COM – Periode Ramadhan/Idul Fitri 2021 diperkirakan kebutuhan akan uang tunai (outflow) di wilayah kerja KPw Bank Indonesia (BI) Malang (Wilayah Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo) meningkat sebesar 46,84%. Menghadapi hal ini, BI Malang telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4,511 triliun.
Pernyataan ini diungkapkan Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Gunawan dalam Bisma atau Bincang Santai Bersama Media di Malang, Jumat (16/4/2021).

“Kebutuhan jumlah tersebut akan didistribusikan kepada perbankan dan BPR di wilayah kerja Kpw BI Malang, dengan membuka 84 titik di perbankan dan 38 titik di loket-loket BPR,” ujarnya.

Indra menjamin kebutuhan uang masyarakat nanti akan terpenuhi secara jumlah dan nominalnya.
“Jangan khawatir, kami akan supply sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Penukaran akan digelar serentak pada tanggal 3-11 Mei mendatang, dengan asumsi pada saat itu masyarakat yang bekerja sudah memiliki uang dari THR ataupun lainnya untuk ditukarkan.

Indra menjelaskan, kebutuhan uang tunai tahun ini ada peningkatan dibandingkan periode 2020 yang sebesar Rp 3,072 triliun, dengan Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp4,024 naik 49,81% dari periode 2020 sebesar Rp2,686 dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp0,487 triliun naik 26,16% dari periode 2020 sebesar Rp0,386 triliun.

“Kami mengimbau masyarakat nanti menukar uangnya di tempat yang sudah kami tunjuk secara resmi tersebut, untuk menghindari selisih dan resiko uang palsu,” tandasnya.

Indra juga berharap masyarakat untuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah dengan 3 Cinta yaitu masyarakat memiliki kecintaan untuk mengenali filosofi Rupiah, merawat Rupiah, dan menjaga diri dengan pengetahuan penanggulangan upal, 3 Bangga yaitu masyarakat bangga terhadap Rupiah dengan menjaga kedaulatannya sebagai simbol negara berdaulat, menggunakan dalam setiap transaksi, dan memaknai sebagai alat pemersatu bangsa. dan 3 Paham Rupiah yaitu masyarakat diharapkan paham berprilaku sesuai dengan fungsi rupiah dalam rangka melakukan transaksi pembayaran, membelanjakan rupiah, dan mengoptimalkan nilai rupiah.

Acara Bisma dengan moderator Kepala Seksi Kehumasan Kantor Perwakilan BI Malang Elsa S. Maharani tersebut, dihadiri pula oleh Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan A, Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Doddi Sartono, serta Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Cicilia Melly A.H. (ned)