Jelang Idul Fitri, Warga Jenggolo Kepanjen Miliki Tradisi Membuat Jenang

Foto: Tradisi membuat jenang. (ist)

BACAMALANG.COM – Warga Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten mempunyai tradisi membuat jenang menjelang lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang masih dilakukan sebagian warga ini, dilakukan turun temurun sebagai ungkapan syukur.

Penyelenggara tradisi merupakan umat Islam Aboge, akronim dari Alip-Rebo-Wage yang merupakan jenis perhitungan kalender Jawa menggunakan sistem satu windu (delapan tahun) untuk menyelesaikan satu periode waktu.

Sunarti, warga RT 09 RW 03 Jalan Kalinyamat Dusun Jenggolo Desa Jenggolo Kepanjen Kabupaten Malang menjelaskan, tradisi membuat jenang ini sudah cukup lama dan turun temurun mulai dari orang tuanya, kakeknya hingga leluhurnya.

Sajian kue jenang ini, lanjut dia, dibuat secara bergotong royong oleh sesama saudara dalam rangka membangun silatuhrahmi antar saudara, dimana kue tersebut nanti di sajikan sebagai jamuan kepada tamu yang silatuhrahmi.

Seperti diketahui, kue jenang ini memiliki aroma khas manis berbahan ketan, gula jawa atau gula merah, kelapa, ragi, gula pasir. Kue ini dibuat dari berbagai bahan bahan makanan beraroma lokal dan kearifan alam dengan kondisi masyarakat pertanian.

Niki sampun turun temurun Mas, mulai mbah kulo, buyut kulo. Menawi kajenge riyaden, ndamel jenang ngeten niki,” ujarnya.

Fendik, warga lainnya mengaku bahwa tradisi ini sebenarnya sudah cukup lama dan turun temurun dan biasanya dilakukan oleh saudara saudara kita Islam Aboge atau istilahnya Islam Kejawen .

“Ini mulai Mbah saya, Kakek saya, sampai Ibu saya melakukan tradisi membuat jenang,” pungkasnya. (yon)