Jika Lockdown, Kabupaten Malang Sudah Siap

Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang telah bersiap menghadapi skenario terburuk pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Skenario terburuk tersebut bisa saja diberlakukannya opsi lockdown. Jika opsi lockdown itu diterapkan, Pemerintah Kabupaten Malang mengaku siap.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi, Senin (30/3/2020). Sanusi pun juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat dalam surat bernomor 440/2629/35.07.206/2020.

“Mulai hari ini, minimal sudah ada gerakan. Minimal mulai hari ini mereka sudah bikin posko, bikin portal di masing-masing perbatasan desa-desa itu yang jadi lintasan orang lewat itu. Kalau nanti ketika itu ada lockdown kita sudah tinggal jalan,” kata Sanusi.

Meskipun telah menyiapkan langkah, namun Sanusi berpandangan bahwa opsi lockdown ini belum mendesak untuk diterapkan di wilayahnya.

Sanusi menambahkan, beberapa wilayah sudah menerapkan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini seperti yang dilakukan di Villa Puncak Tidar di Kecamatan Dau, belum lama ini.

“Ini kan yang diawali diberi contoh di pusat-pusat perkotaan, itu kan sudah local lockdown yang jalan itu, cuma bahasanya phsycal distancing,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini Kabupaten Malang sudah termasuk zona merah Covid-19. Berdasarkan data yang dihimpun dari infocovid19.jatimprov.go.id, hingga pukul 12.45 WIB, Minggu (29/3/2020), di Kabupaten Malang terdapat 69 orang dalam pemantauan atau ODP, 18 pasien dalam pengawasan atau PDP, dan 5 orang dinyatakan positif Covid-19. (mid/yog)