Jual Rokok Tanpa Pita Cukai, Saba’i Divonis 2,5 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Pengadilan Negeri Malang saat menggelar persidangan dengan Terdakwa Saba'i. (ist)

BACAMALANG.COM – Saba’i (45), terdakwa pelanggaran cukai, bakal mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama. Hal ini setelah perkaranya  diputus majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Malang, Rabu (20/4/2022).

Saba’i terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran cukai sebagaimana diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Saba’i akhirnya divonis pidana 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp. 522.900.000 atau subsider kurungan selama empat bulan.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Eko Budisusanto menjelaskan, atas putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan masih menunggu langkah selanjutnya karena putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU.

“Sebelumnya dalam sidang tuntutan, JPU meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun. Dan ini lebih rendah, sehingga kami mengambil sikap untuk pikir-pikir,” ujarnya

Sementara, atas putusan tersebut  terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut. Sehingga putusan itu mulai berlaku, setelah memiliki kekuatan hukum tetap (inchract) setelah 14 hari ke depan.

Pada pemberitaan sebelumnya, warga Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru itu diamankan petugas Bea Cukai Malang pada Kamis (18/3/2021) lalu. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sebanyak 24.500 bungkus rokok, dari berbagai merek tanpa dilengkapi pita cukai.

Pelaku dalam melancarkan aksinya, menggunakan modus dengan melabeli pita cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Atas perbuatan terdakwa dapat  menimbulkan kerugian negara tentang  pungutan cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN) hasil tembakau sebesar Rp 261.450.000.

Oleh sebab itu, terdakwa Saba’i didakwa dengan dakwaan kesatu dengan Pasal 54 atau kedua dengan Pasal 56 UU RI nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Dirinya terancam mendapatkan hukuman pidana penjara maksimal lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang harus dibayar. (him)