Juleha Malang Raya Menggelar Sertifikasi Kompetensi Internal Takmir Masjid

Gelar sertifikasi kompetensi penyembelihan hewan kurban. (ist)

BACAMALANG.COM – Untuk pertama kalinya, Juru Sembelih Halal (Juleha) Malang Raya menggelar sertifikasi kompetensi internal bagi para takmir masjid. Kegiatan sertifikasi ini bertujuan untuk mengajarkan kepada para takmir agar bisa mengerti betul tentang penyembelihan hewan, yang sesuai dengan syariat Islam.

“Memang goal kita di Juleha Malang Raya ini adalah untuk mendidik setiap takmir supaya bisa melakukan penyembelihan Idul Qurban sendiri, tanpa harus mengundang tenaga dari luar. Jadi supaya hasil sembelihan tadi betul-betul syar’i,” terang Ketua Pelaksana Kegiatan, Nadim Gusay Al Amoedy di RPH Kota Malang, Rabu (13/1/2022).

Dalam kegiatan ini, lanjut dia, diajarkan pula caranya menjaga Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) mulai dari tempat penampungan hewan hingga datang ke tempat qurban. Termasuk juga pengistirahatan hewan sebelum dilakukan penyembelihan. 

“Jadi juru sembelih halal itu bukan hanya sekedar bisa sembelih saja, tapi harus tau titik-titik krusial penyembelihan, sehingga betul-betul bisa dibilang juru. Termasuk disana diajarkan juga higienisnya bagaimana, Sapi bisa sampai menjadi produk dalam keadaan halal dan thoyib,” tuturnya. 

Proses yang pertama, yaitu proses perobohan hewan kurban. Menurutnya, ada dua teknik yang bisa digunakan untuk merobohkan hewan kurban tanpa menyakiti yaitu dengan teknik burley dan rope squeeze. Setelah itu siapkan pisau yang sangat tajam. Standarnya bisa sampai minimal slice kertas. Baru setelah itu membaca Basmallah kemudian melakukan penyembelihan. 

Pada saat dilakukan penyembelihan, baik yang menyembelih maupun hewan kurban yang disembelih, disunnahkan menghadap ke kiblat. Proses penyembelihan dilakukan dengan cepat di bawah 2 detik. “Sesudah itu kita pastikan bahwa 4 urat sudah terpotong semua yaitu saluran nafas, saluran makan, dan dua urat darah. Itu harus dipastikan terpotong,” terangnya. 

Setelah itu, terang dia, biarkan hewan hingga betul-betul mati kurang lebih sekitar 3-5 menit. Selanjutnya cek kematian dengan cara melihat pupil mata responnya bagaimana. Lihat juga di bagian bawah rusuk masih ada nafas atau refleknya tidak. Terus dilihat dari  sela-sela kuku itu masih ada refleknya atau tidak. Kalau tidak ada berarti hewan itu sudah benar-benar mati dan bisa diproses ke tahap selanjutnya.

Setelah dipastikan hewan itu mati, lepas ikatannya, baru lepaskan kepalanya. Menurutnya ada trik tersendiri untuk melepaskan kepala. “Ada titik di susunan tulang leher jika kita tusuk sedikit saja dengan pisau, kepala sudah bisa lepas dengan sendirinya. Jadi tidak perlu dipotong menggunakan kapak. Semua ada ilmunya,” sebutnya.

Lebih lanjut Nadim mengatakan,sampai dengan sekarang, anggota Juleha yang sudah mendapatkan sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sekitar 17 orang. Sedangkan yang mengikuti sertifikasi internal Juleha kali ini sebanyak 12 orang dari perwakilan dari beberapa takmir masjid.

Nadim berharap, upaya Juleha untuk melakukan sertifikasi bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga kegiatan ini bisa segera diperluas. “Jadi kepada para takmir yang ingin mengembangkan kemampuannya di bidang penyembelihan, bisa langsung datang ke sekretariat,” imbuhnya. 

Target dalam sekali pelatihan minimal bisa diikuti oleh 20 orang. “Bagi yang berminat, bisa langsung datang ke sekretariat di jalan Terong nomer 87 di Bumiayu. Atau bisa hubungi ke sekretariat di 085338393336,” pungkasnya. (*/had)