Kades Banjarsari Ngajum Apresiasi Pelatihan untuk Bantu Peternak Atasi PMK

Berfoto bersama usai pelatihan. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna membantu Peternak mengatasi meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), diadakan pelatihan pembuatan Eco Enzym di Dusun Boto Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang baru-baru ini.

” Kami mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Forum Kader Lingkungan Kabupaten Malang (FKL) sangat membantu pemdes dalam penanganan PMK yang sangat meresahkan warga,” tegas Kepala desa Banjarsari, Hj. Siti Mu’awanah S.Pd, saat membuka acara dan memberikan pengarahan.

Seperti diketahui merebaknya penyakit mulut dan kaki pada Sapi menggugah penggiat lingkungan Kabupaten Malang yang tergabung dalam Forum Kader Lingkungan Kabupaten Malang, berkolaborasi dengan Relawan Eco Enzim Indonesia (REEI) mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco enzim untuk penanganan PMK.

Yakni untuk Sapi di Kampung Plosokandang Dusun Boto Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum. Adapun yang hadir meliputi : peternak sapi se-Kecamatan Ngajum, masyarakat Plosokandang dan beberapa perwakilan penggiat dari Kecamatan
Sumberpucung, Wagir, Pagak, Kepanjen, Bululawang dan Singosari.

Termasuk juga: Ketua FKL Kabupaten Malang Ahmad Yani, Kepala Desa Banjarsari, Hj. Siti Mu’awanah, Ketua REEI Malang, Irma Nur Aini Ulfa, dan masyarakat peternak.

Sementara itu, Ketua REEI Malang Raya, irma, turut memberikan support atasi PMK. “Eco enzim ini sudah terbukti bisa menyembuhkan Sapi yang terkena PMK dan sudah dipraktikkan di Jabung, Karangploso dan Singosari,” terang Irma.

Pada kesempatan yang sama Ketua FKL Kabupaten Malang , Ahmad Yani, ikut menyokong upaya penanggulangan PMK. “Kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian FKL untuk masyarakat dan diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengatasi penyakit PMK. Kegiatan ini akan dilakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang. Kami harap semua pihak terlibat dalam mengatasi permasalahan di masyarakat,” urainya.

Dalam pelatihan turut dibagikan Eco enzim yang sudah jadi, kepada peternak yang hadir. Dalam Pelatihan ini menghabiskan bahan organik berupa kulit buah antara lain Jeruk, Nanas, Pepaya sebanyak 25 Kg, Molase 5 Kg. “Diharapkan dalam waktu 100 hari ke depan bisa dipanen satu drum Eco enzim yang akan dibagikan ke masyarakat di lain daerah,” pungkasnya. (had)