Kakek Asal Pakis Ditemukan Tak Bernyawa di Kos Harian, Usai Hubungan Intim Dengan Tetangga

Kakek asal Pakis ditemukan tak bernyawa di kos harian. (ist)

BACAMALANG.COM – Kamar kos harian lantai dua di Jl. Ahmad Yani Utara Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang, kemarin siang, Senin (9/05/2022), sempat di gegerkan adanya seorang kakek berinisial LA (60) yang ditemukan tak bernyawa.

LA yang merupakan warga Desa Mangliawan Kecamatan Pakis ini, meninggal setelah melakukan hubungan layaknya suami-istri bersama tetangganya berinisial SN (24).

Kapolsek Blimbing, Kompol Yanuar Rizal Ardianto mengatakan, LA dan SN memiliki hubungan gelap. Pasalnya, masing-masing sudah  memiliki suami atau istri yang sah.

“Jadi pukul 11.00 WIB, korban bersama saksi satu (SN) datang ke penginapan. Korban dan saksi satu yang tak lain adalah tetangganya sendiri, memiliki hubungan gelap, karena masing-masing sudah berkeluarga,” jelas Rizal, saat dikonfirmasi awak media, Senin (9/05/2022).

Menurutnya, setelah melakukan hubungan layaknya suami-istri di kamar tersebut, LA  langsung merasa lemas. “Dan tertidur dengan mendengkur,” ujarnya.

Saksi satunya (SN), yang bekerja sebagai assisten rumah tangga, langsung panik melihat korban lemas. Sebab setelah tertidur 45 menit, LA dibangunkan, namun tidak bergeming. SN pun langsung menghubungi AV (28), cleaning sevice di tempat kos harian tersebut.

“Selanjutnya saksi dua (AV) menghubungi Bhabinkamtibmas, kemudian Bhabinkantibmas menghubungi Kanit Reskrim Polsek Blimbing,” terangnya.

Polisi pun langsung menghubungi petugas medis dari RSSA Kota Malang untuk memeriksa kondisi LA. Oleh petugas medis LA dinyatakan  telah meninggal dunia. “Saat itu juga, Jenazah langsung dibawa ke RSSA Kota Malang,” tambahnya.

Sementara dari hasil olah TKP, Rizal menjelaskan, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang didapat dari jenazah LA. Mulut korban juga tidak mengeluarkan busa pada saat dinyatakan meninggal dunia. “Sedang penyebab kematian LA masih belum diketahui, dan menunggu hasil pemeriksaan dari petugas RSSA,” pungkasnya. (him)