Kampung Tridi Rayakan Festival Gugur Gunung, Paket Wisata Seni Rupa Siap Dibuka Kembali

Festival Gugur Gunung di Kampung Tridi, Jumat (8/10/2021). (ist)

BACAMALANG.COM – Istilah gugur gunung adalah momentum dimana suatu kelompok atau komunitas saling bekerjasama dan bergotong royong dalam mengerjakan suatu. Tradisi gugur gunung memang kerap dijumpai di pedesaan atau kampung melalui kegiatan kerja bakti. Meski sekarang mulai pudar dan hamper punah tapi saat ini masih di jumpai di beberapa tempat seperti di Kampung Tridi, Ksatrian Kota Malang.

Kampung Tridi yang merupakan salah satu kampung wisata terkenal di Kota Malang, kegiatan gugur gunung rutin di laksanakan. Hampir tiap minggu ibu-ibu PKK kerja bakti dan sebulan sekali warga secara gugur gunung bergotong royong membersihkan semua kampung.

Kegiatan gugur gunung dibuat menjadi festival oleh warga kampung Tridi, Jumat (8/10/2021). Festival Gugur gunung ini di selenggarakan secara hybrid, karena disiarkan langsung dari studio dan live event di kampung Tridi.

Habibah, Ketua PKK RW 12 kelurahan Kesatrian menyampaikan, tayangan live streaming youtube media TV adalah strategi bagi kampung tematik untuk mempromosikan kembali kampung-kampung tematik di Kota Malang sebagai kampung wisata.

“Festival Gugur Gunung ini diselenggarakan dengan menggunakan protokol kesehatan ketat, dengan tidak menerima pengunjung/penonton dari luar,” tegasnya.

Habibah mengatakan, acara ini digelar sebagai perayaan bagi warga Kampung Tridi saja dan di monitoring oleh Disparpora Kota Malang. “Ada banyak sajian yang di tampilkan dalam festival ini.
Mulai dari praktek membuat gantungan kunci yang menjadi souvenir Kampung Tridi, sajian kuliner, live musik, kegiatan mural, kegiatan mengecat dinding rumah warga yang kusam, ritual guyang jaran yang berupa properti jaranan seperti gamelan, jaran kepang yang dimandikan di sungai Brantas,” paparnya.

Adnan, Ketua Kampung Tridi Kota Malang menuturkan,
Festival Gugur Gunung ini adalah upaya membangkitkan semangat warga untuk kerja bakti secara gotong-royong. “Kami istilahkan dengan gugur gunung untuk menyambut wisatawan jika wisata kota malang ini dibuka kembali,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Festival Gugur Gunung secara virtual merupakan cerminan warga dalam membangun kepariwisataan secara mandiri sebagai wujud kreatifitas kepariwisataan di musim pandemi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika Kota Malang ada penurunan level maka, semua kampung tematik akan dibuka dengan protokol kesehatan ketat serta semua kampung akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kusmiati, salah seorang pegiat Kampung Tridi menyampaikan bahwa ke depan Kampung Tridi tidak sekedar menjual tiket sah. “Saya berharap kamoung ini nanti dapat menjual paket wisata edukasi yang berupa kegiatan senirupa dengan media alat dapur dan rumah tangga, seperti talenan, susuk wajak yang terbuat dari kayu dan lain-lain ” harapnya.

Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Ki Demang menyampaikan, 27 virtual event kampung tematik Kota Malang rutin akan digelar hari Jumat, Sabtu dan Minggu tiap jam 13.00 WIB selama bulan Oktober dan November. “Semoga festival ini menjadi pembuka Paket Wisata Seni lainnya,” ujar pria yang bernama asli Isa Wahyudi yang juga merupakan Penggagas kampung Budaya Polowijen ini. (ned/lis)