Kantongi Hadiah Rp 90 Juta Menangi Hackathon ICSTar 2021, Felix Ingin Tularkan Hoki ke Mahasiswa lain

Caption : Felix Filipi. (ist)

BACAMALANG.COM – Kisah anak muda yang bergelimang aktifitas dan menorehkan beragam prestasi, yang layak dijadikan inspirasi. Seperti halnya capaian mengesankan dari Felix Filipi, satu-satunya wakil dari Malang yang memenangi ajang
Hackathon ICSTar 2021 dan sukses mengantongi hadiah puluhan juta rupiah.

“Kami dari kampus BINUS Malang, bersama tim dari Telkom University dan Institut Teknologi Del berhasil menjuarai Hackathon ICSTar ajang lomba prestisius antara Indonesia dan Malaysia,” tegas Mahasiswa Prodi Computer Science Malang, Semester 5, Binus Malang, Felix Filipi, Sabtu (30/10/2021).

Ajang bergengsi ini diawali dengan proses registrasi online dari bulan Maret-Mei 2021dengan memanfaatkan platform online zoom. Program ICStar Hackathon 2021 sendiri merupakan sebuah ajang kompetisi yang menggabungkan perlombaan, pelatihan, sekaligus perekrutan untuk generasi muda di Indonesia, khususnya mahasiswa dan fresh graduates.

Pesertanya berasal dari Indonesia dan Malaysia. Program ini diadakan untuk menjembatani universitas dan industri dengan memanfaatkan trend teknologi terkini dalam RPA (Robotic Process Automation) sebagai pusat topik kompetisi.

Adapun yang menjadi juri yakni Erwin Muniruzzaman (SVP – Head of strategic reward & HR operational at Indonesia Ooredo), Dr Jeh Shyan Wong (CEO Fatanah Venture Berhad, Malaysia), Rudi Lim (Executive Vice President HCM BCA), Teddy Budiwan (President of ICCN), Tri Evita Aryani (SVP – Head of Human Capital and General Affair Adira Finance) Marcino Waas (CEO of IFT Group), Ferdinand Prasetyo (CEO of IDStar Group), Jeya Shanker (CEO of TVExtract), Matthew Tan (Presales and CSM director SEA UiPath), Dr. Bradley Ho (Centre of Business Incubation and Entrepreneural Ventures, TAR UC), Kartika Sari (CEO of Drife), dan Kris Sujatmoko (Lead Instructor UiPath Academic Aliance, Telkom University).

Bersama tim, pemuda beralamatkan di Tirtasani Park Royal Karangploso, Malang ini, membuat karya pengembangan sistem otomatisasi industri berbasis robotic process automation dan Machine Learning untuk mencari data nasabah potensial bagi Bank BCA.

“Harapannya, ke depannya saya mampu untuk terus berkontribusi dalam memacu pertumbuhan automatisasi industri 4.0 di Indonesia tercinta ini. Saya ingin membimbing adik-adik atau mahasiswa lain agar lebih hoki dari saya ,” tukas Felix.

Atas capaian tersebut ia berhak membawa pulang hadiah total Rp 90 juta rupiah, UiPath Certification, serta Branded Smartwatch. Menariknya setelah menang kompetisi ini ia langsung dikontrak untuk magang di BCA pusat.

SEKILAS ICSTAR HACKATHON

Program ICStar Hackathon 2021 yang diselenggarakan oleh PT Orbit Nasional Edukasi (ONE Indonesia) berlangsung selama lebih dari delapan bulan. Usai registrasi, berlanjut dengan filtering atau seleksi di bulan Juni, pelatihan di bulan Juli, workshop di bulan Agustus-September, dan Final Showcase di bulan Oktober.

Sebanyak lebih dari 500 kandidat telah mendaftar Program ICStar Hackathon 2021 ini. Semuanya berasal dari lebih dari 100 universitas di Indonesia dan Malaysia. Melalui proses seleksi awal berupa tes tertulis dan wawancara, kandidat mengerucut menjadi 66 orang.

ICStar Hackathon 2021 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini berkolaborasi dengan industri dan universitas dari Malaysia. Acara Kick-off pada 19 Juli lalu dihadiri oleh partisipan ICStar Hackathon 2021 dan perwakilan dari industri partner serta universitas. Beberapa diantaranya perwakilan dari IFT Group, Indosat Ooredoo, Learning Vista, BCA, TVExtract, Eksad, IDstar Group, Adira Finance, UiPath, Telkom University, Universitas Sanata Dharma dan ICCN.

Kick-off ini merupakan acara pembukaan ICStar Hackathon secara resmi dan diikuti oleh pembagian use case industri (IDStar, Indosat, Adira, Eksad, BCA, dan Learning Vista). Use case ini nantinya akan dikerjakan oleh 66 orang yang tergabung dalam 22 tim, di mana setiap tim terdiri dari 3 orang.

Program ini diadakan untuk menjembatani universitas dan industri dengan memanfaatkan tren teknologi terkini dalam RPA (Robotic Process Automation) sebagai pusat topik kompetisi. Penerapan RPA, bisa mempercepat proses transaksi operasional, menghindari kesalahan human error, dan yang paling penting yaitu perhitungan kuantitatif jadi lebih jelas.

Robotic Process Automation (RPA) disini bukanlah robot secara fisik, melainkan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk membantu menyederhanakan pekerjaan manusia yang bersifat repetitif. RPA mampu meniru aktivitas manusia dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang hampir mencapai 100%.

Tahun ini, ICStar Hackathon menggabungkan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia untuk lebih meningkatkan daya saing dan level kompetisi. Bagi yang minat bersilaturahmi bisa kunjungi Instagram : @felix.filipi. (had)