Kantor BI Malang Gelar Talkshow Implementasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Era Pandemi

Talkshow Implementasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Era Pandemi, Sabtu (25/9/2021). (ist)

BACAMALANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang kembali menggelar talkshow edukasi bertajuk “Implementasi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Era Pandemi”, Sabtu (25/9/2021).

Acara dilaksanakan secara hybrid dan dibuka oleh Azka Subhan A (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang), Harmanta (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur) dan keynote speech Andreas Eddy Susetyo (Anggota Komisi XI DPR RI).
Talkshow ini juga menghadirkan tiga narasumber, yakni Doddi Sartono (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang), Jolly James Jantje S. (Wakil Pemimpin Wilayah Bisnis SME & Konsumer – BNI Kantor Wilayah 18 Malang) dan Henry Wahyu Tristanto (District Manager LinkAja Malang).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Subhan A menegaskan, di tengah kondisi pandemi saat ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan edukasi implementasi QRIS sebagai wujud nyata dalam mendorong akselerasi ekonomi digital Indonesia.

“QRIS merupakan standarisasi berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. Tujuannya adalah agar transaksi dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS,” paparnya.

Beberapa hasil dari diskusi yang berhasil dihimpun antara lain:

Pandemi Covid 19 menjadi salah satu dorongan eksternal dalam penggunaan contactless atau mobile payment. Cashless payment dengan transaksi melalui QRIS dapat menjadi solusi dalam mengurangi risiko transmisi virus. Selain itu, implementasi QRIS juga didukung oleh tren peningkatan penetrasi pengguna internet di Indonesia.

Sementara QRIS dapat menjadi solusi Sistem Pembayaran yang inklusif karena dapat menjangkau populasi underbanked dan unbankable. Dari sisi jumlah, penyelenggara QRIS terus meningkat, tercatat terdapat 59 PJSP, didukung terkoneksi di 4 switching nasional. Diperkirakan lebih dari 80 juta orang sudah bisa melakukan pembayaran dengan QRIS. Perluasan QRIS telah berlangsung di seluruh Indonesia dengan jumlah merchant yang meningkat dari 1,7 juta merchant di 2019 menjadi 10,45 juta merchant di bulan September 2021, tersebar di 484 kota kabupaten bahkan dipulau pulau kecil.

Selain itu manfaat transaksi melalui QRIS dapat dirasakan oleh pelaku UMKM, antara lain dapat mengurangi risiko uang palsu, transaksi praktis dan tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pembukuan, serta dapat membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit ke depan.
Sementara bagi pelaku usaha, beberapa manfaat implementasi QRIS bagi konsumen antara lain transaksi yang lebih higienis tanpa kontak fisik, cepat, mudah, praktis, aman dan terlindungi karena diawasi oleh Bank Indonesia, serta efisien tanpa uang kembalian dan bebas biaya.

“Hingga September 2021, Bank Indonesia bersama PJSP telah berhasil mengakuisisi 243.458 merchant di wilayah kerja BI Malang atau 102,29% dari target. Ke depan, diharapkan implementasi QRIS dapat menjadi pendorong ekonomi digital dan inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Azka. (ned)