Kapolres Batu Gencarkan ‘Stop Pungli’

Foto : Wakapolres Batu Kompol Suharsono, SH., saat menyampaikan Sosialisasi "Stop Pungli". (Hum)

BACAMALANG.COM – Pungutan liar (pungli) adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau pegawai Negeri atau pejabat Negara, dengan cara meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut.

Hal ini sering disamakan dengan perbuatan pemerasan, penipuan atau korupsi. Selain itu, menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu, untuk membayar atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Stop Pungli”, slogan inilah yang yang saat ini tengah digencarkan oleh Polres Batu di bawah kepemimpinan AKPB Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK.

Berangkat dari hal itu, Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Batu, menggelar kegiatan sosialisasi di Ruang Rupatama, Mapolres Batu, Sabtu (15/2/2020).

Kanit Tipidkor Polres Batu, Aipda Yudik, SH., menyampaikan, bahwa secara umum terjadinya pungli disebabkan oleh adanya ketidakpastian pelayanan, hal itu sebagai akibat dari adanya prosedur pelayanan yang panjang dan melelahkan.

“Sehingga masyarakat cenderung menyerah, ketika berhadapan dengan pelayanan publik yang korup. Selain itu, penyalahgunaan wewenang, jabatan atau kewenangan yang ada pada seseorang juga mempengaruhi,” kata Yadik sapaan akrabnya.

Menurutnya, faktor ekonomi maupun penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup atau tidak sebanding dengan tugas atau jabatan yang diemban, juga membuat seseorang terdorong untuk melakukan pungli.

“Ya, faktor kultural dan budaya organisasi yang terbentuk dan berjalan terus menerus di suatu lembaga, seperti penyuapana dapat menyebabkan pungutan liar sebagai hal yang biasa. Selain itu juga terbatasnya sumber daya manusianya. Lemahnya sistem kontrol dan pengawasan oleh atasan juga berpengaruh seseorang untuk melakukan pungli,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Batu AKBP Harviadhy Agung Prathama, SIK., MIK., melalui Wakapolres Batu Kompol Suharsono, SH., juga menyampaikan, bahwa ‚ÄúSosialisasi STOP PUNGLI” ini, sebagai komitmen bersama dalam memberantas pungutan liar di wilayah hukum Polres Batu.

“Pasal-pasal yang terkait dengan pungutan liar yang telah disebutkan tadi, kemudian diakomodir dalam menyusun Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 yang diperbaharui dengan UU No 20 Tahun 2001, dalam pasal penerimaan hadiah atau gratifikasi,” ucap Suharsono.

Ia memaparkan, upaya dalam memberantas Pungli dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan.

“Ya, salah satunya meningkatkan pelayanan publik berupa memangkas waktu pelayanan, memangkas jalur birokrasi, memberlakukan system antri (queing system), memasang tarif yang berlaku terkait dengan pembayaran pelayanan, serta transparan,” berber dia.

Suharsono juga menambahkan, selain itu diperlukan edukasi kepada masyarakat dalam bentuk kampanye publik untuk tidak memberi tips kepada petugas pelayanan.

“Salah satunya mau mengantri dengan tertib untuk mendapatkan pelayanan. Kontrol dari atasan langsung yang lebih sering juga harus ditingkatkan. Juga diperlukan adanya inspeksi berkala dari atasan,” pungkasnya. (Hum)