Karyawati Mengaku Dianiaya, Bos Karaoke Ternama di Kota Malang Dipolisikan

ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Diduga melakukan penganiayaan karyawatinya, salah satu Owner Karaoke ternama di Kota Malang dipolisikan.

“Saya diaudit di kantor dan saya disuruh mengakui apa yang tidak saya lakukan,” kata korban, MT saat laporan ke Mapolresta Malang Kota, baru-baru ini.

Sekilas informasi, Bos tempat hiburan malam berinisial J menganiaya salah satu karyawan perempuan MT (36) yang bekerja di bidang purchasing. Bahkan saat menganiaya, terduga pelaku mengaku kalau dirinya kebal hukum.

J menganggap MT menggelapkan uang perusahaan dan meminta fee kepada supplier barang.

Kejadian bermula pada Kamis (17/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIB dimana MT dijemput paksa oleh security tempat hiburan malam itu diajak ke sebuah ruangan rahasia.

MT dicecar banyak pertanyaan oleh J. Beberapa diantaranya yakni kedekatan dengan supplier barang yang masuk ke tempat hiburan malam itu. Bahkan saat percakapan mulai memanas, J kemudian menyuruh security untuk meminta paksa handphone milik korban.

MT mengatakan, J bertanya kepadanya sambil nendang (di paha sebelah kiri) sekitar lima kali, lalu dijambak sekitar tujuh kali.

Tak hanya itu, MT juga dipaksa berbicara apa yang tidak dilakukan. Paksaan itu dilakukan J kepada korban hingga menuruti kemauannya. Jika tidak, korban mengaku dipukul, ditendang, dijambak dan ditampar.

MT dipaksa mengakui hal yang tidak dilakukan. J mendidikte lalu merekam.
Penganiayaan juga dilakukan security ikut memukul korban di area dada dan pinggang.

J memukul, menendang dan menjambak. Kalau security memukul daerah dada sama pinggang.

Setelah diperlakukan kejam, korban juga tidak diperbolehkan bertemu siapapun. MT hanya disuruh untuk tetap di dalam ruangan rahasia tersebut. MT tidak boleh menghubungi siapapun, karena handphone dirampas.

MT pun mencoba untuk meminta tolong dengan menulis sebuah pesan di secarik kertas. “Saya minta tolong, saya sedang dianiaya di ruang owner, saya minta tolong hubungi polisi atau hubungi keluarga saya,” kata MT menirukan pesan yang ia tulis.

Namun pesan di secarik kertas itu nampaknya tidak bisa MT berikan kepada seseorang. Karena security juga mengikuti setiap jejak langkah MT. Ia diikuti terus meski (berpura-pura) ingin ke kamar mandi.

MT merasa down, karena J sempat mengatakan bahwa jika seseorang sudah masuk ke ruangan tersebut, itu adalah titik kehancurannya. J mengatakan kalau dia kebal hukum.

J kemungkinan telah melakukan setting terhadap apa yang akan dia lakukan kepada MT. Jika masuk ruangan itu, J selalu menyuruh anak buahnya untuk mematikan CCTV, karena dia bebas memukul dan tidak takut hukum.

IKUT DIPANGGIL

Sementara itu, salah satu perempuan berinisial N (29) yang merupakan saudara dari MT mengaku juga dijemput paksa oleh sekuriti tempat hiburan malam itu. Alasannya, N ikut terlibat dalam tuduhan yang disangkakan J kepada MT. “Saya dijemput dua orang security The Nine sekitar pukul 03.30 (WIB),” kata N.

Setelah dimasukkan ke salah satu room karaoke, N kemudian juga dicecar banyak pertanyaan oleh anak buah dari J. Salah satunya yakni kedekatan dengan supplier barang yang masuk ke tempat hiburan malam itu.

“Mereka bertanya kepada saya kenapa ada uang masuk ke ATM saya dengan nama salah satu supplier,” ujar N.

Sekitar 2 jam disuruh menunggu, kemudian security meminta handphone N untuk diserahkan kepada J. Akan tetapi, N tegas menolak karena menganggap handphone itu adalah privasinya.

Ia kemudian diajak ke ruang eksekusi itu. Saat baru masuk ruangan, J langsung meminta handphonenya. Lalu diambil paksa sama security, karena dia (J) sambil makan menyuruh security untuk ambil paksa handphonenya.

Apesnya, handphone N yang disimpan di dalam tas juga diambil oleh orang suruhan J. “Jadi handphone satunya itu saya buat ngerekam, pikirku kalau ada ancaman atau apa saya punya buktinya. Tapi mereka tahu dan dihapus,” kata dia yang sekaligus mendapatkan ancaman dari J.

Tahu ada rekaman yang dinyalakan oleh N, J naik pitam. Bahkan, N mengakui dia akan ditusuk dengan garpu yang digunakan untuk makan. J sudah berdiri sambil pegang garpu, lalu mau jalan ke N tapi ditahan oleh istrinya.

Pengakuan N sekaligus menegaskan bahwa ketika penganiayaan tersebut dilakukan, ternyata banyak orang yang menyaksikan. (*/had)