Kasus Perundungan Siswa SMP di Malang, Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (yoga)

BACAMALANG.COM – Status dugaan kasus perundungan yang terjadi di SMPN 16 Kota Malang naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pihak kepolisian Polres Malang Kota menaikkan status tersebut setalah mendapatkan dua alat bukti.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. Kapolresta menjelaskan memiliki keyakinan untuk meningkatkan status dugaan perundungan yang menimpa MS, berusia 13 tahun.

Ia menegaskan pihaknya akan mencari peranan dari tujuh anak terduga pelaku. Seperti diketahui akibat dari aksi dugaan perundungan tersebut, MS mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dan mengakibatkan salah satu jari tengah tangan kanan korban harus diamputasi.

“Dari keterangan para saksi antara satu dengan lainnya saling menguatkan,” ujarnya.

Leo juga memaparkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, tidak pernah disebutkan atau didengar bahwa jari tengah korban terjepit ikat pinggang hingga mengakibatkan luka yang cukup parah hingga harus diamputasi.

Sebelumnya, hal berbeda diungkapkan Dinas Pendidikan Kota Malang. Dinas Pendidikan menyebutkan berdasarkan informasi yang diterima, jari tengah MS yang membiru itu akibat terjepit ikat pinggang.

Perlu diketahui, pada 15 Januari 2020 lalu terjadi dugaan perlakukan bullying atau perundungan yang menimpa salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Malang yang berinisial MS (16). menurut informasi ia dibully oleh teman sekolahnya.

Diketahui, pasca kejadian tersebut terdapat beberapa luka lebam di tubuh korban, hingga kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Lavalete Kota Malang. Sampai saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut, bahkan salah satu ujung jari korban rencananya terpaksa harus diamputasi.(yog/zuk)