Katrol Capaian Positif, dan Mewaspadai 2 Potensi Negatif Pandemi

Caption : dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Berkat perjuangan dan jibaku yang tak kenal lelah dari semua pihak, akhirnya Jatim dan Indonesia berhasil mencatatkan capaian positif dalam penanganan pandemi Covid-19.

Capaian positif tersebut diantaranya adalah untuk Jatim mayoritas sudah berada pada zona kuning, tinggal Blitar masih Oranye. Dan wilayah Jatim dinyatakan Kemenkes sudah asesmen level 1.

Sementara pada tataran nasional, posisi Indonesia sudah keluar dari 10 besar negara kasus Covid-19 terbanyak. Sedangkan di ASEAN posisi Indonesia ranking 4 kasus terbanyak terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah layak disyukuri. Posisi dan zona Jatim membaik. Sedangkan Indonesia juga membaik. Intinya Kita harus meningkatkan capaian positif dan mewaspadai potensi negatif,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid 19 NU Malang Raya dr Umar Usman MM, Minggu (19/9/2021).

MENCEGAH GELOMBANG KETIGA

Indonesia akan kembali menghadapi libur panjang akhir tahun pada Desember 2021 mendatang. Libur panjang biasanya diikuti dengan mobilitas penduduk yang berimbas pada kenaikan kasus positif Covid-19.

” Pemerintah diharapkan melakukan peningkatan testing (pemeriksaan) dan testing (penelusuran) kasus kontak erat dengan pasien positif Covid-19,” tukas pria yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang ini.

Berikutnya, pemerintah selayaknya menerapkan kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di semua area publik. PeduliLindungi bisa memonitor orang-orang yang masuk kriteria berbahaya, seperti kontak erat atau positif Covid-19.

Pemakaian PeduliLindungi belum cukup hanya diterapkan di enam sektor yakni perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor atau pabrik, keagamaan, dan pendidikan.

Langkah selanjutnya, Pemerintah harus melakukan pengawasan penerapan PeduliLindungi di seluruh area publik. Pengawasan tidak bisa hanya diserahkan kepada pengelola area publik, namun melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 semestinya turun lapangan memantau bertujuan mencegah adanya tindakan pembiaran oleh pengelola area publik terhadap orang dengan kriteria positif Covid-19 atau kontak erat.

“Satgas diharapkan razia di area-area publik, mal, transportasi umum, tempat rekreasi, masjid, gereja, semua area publik, pabrik, kantor. Diharapkan bisa mengendalikan mobilitas,” terang Pria yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

“Selain tindakan pencegahan lonjakan kasus Covid-19 dari sisi hulu, pemerintah juga harus mempersiapkan sisi hilir yakni fasilitas pelayanan kesehatan. Mulai dari ketersediaan ruang intensif care unit (ICU) rumah sakit, obat, oksigen, tempat tidur, hingga tempat isolasi terpusat,” tegas Pria berjuluk Dokter Rakyat ini.

Belajar dari masa lalu, salah satu penanganan dengan memangkas libur panjang akhir tahun 2020. Sementara untuk tahun ini, belum ada keputusan tentang penghapusan libur.

Pemerintah akan terus meningkatkan testing dan tracing. Pemerintah juga akan fokus menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada kawasan wisata saat libur panjang akhir tahun 2021.

Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi tingkat kepatuhan protokol kesehatan dan mobilitas penduduk. Jika terjadi penurunan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan mobilitas meningkat, pemerintah akan melakukan pengetatan saat libur panjang akhir tahun 2021.

“Bila dipandang perlu kebijakan seperti kemarin berupa pengetatan mobilitas akan dilakukan untuk mencegah terjadinya potensi lonjakan kasus Covid-19,” kata pria yang juga Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

BENTENGI DARI NEGARA TETANGGA

Patut disyukuri, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan saat negara-negara lain sedang menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

Salah satu negara itu adalah Filipina yang belum menunjukan tren penurunan infeksi. Menurut data John Hopkins, secara rata-rata per pekan, masih menunjukan angka infeksi di level 20 ribu kasus.

Negara lainnya adalah Singapura. Singapura merupakan salah satu negara yang memiliki tren naik. Pada Sabtu, (18/9/2021) dilaporkan ada 1.009 kasus yang ditemukan dalam 24 jam.

“Satu hal penting yang harus dipahami adalah perlunya menjalankan solidaritas internasional. Yakni turut membantu negara lain yang kasus Covid-19 tinggi. Artinya tanggung jawab penanganan pandemi adalah tugas bersama kemanusiaan. Ini adalah upaya untuk mengerem agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga imbas dari negara tetangga,” pungkasnya. (had)