Katrol Produktivitas Pengrajin Tempe Sanan, Uwiga Lakukan Pendampingan dan Pemberdayaan

Caption : Uwiga lakukan pendampingan dan pemberdayaan di Sanan. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna mengkatrol produktivitas pengrajin Tempe Sanan Kota Malang, Uwiga (Universitas Widyagama) Malang melakukan pendampingan dan pemberdayaan lewat program pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui pendampingan dan pemberdayaan lewat program pengabdian kepada masyarakat, kami ingin membantu meningkatkan produktivitas pengrajin Tempe Sanan Kota Malang,” tegas Perwakilan Tim, Dr. Istiadi,ST., MT yang juga Dosen Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Univ. Widyagama Malang ini.

Anggota Tim lengkap meliputi :
Dr. Istiadi,ST., MT. (Dosen Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyagama Malang), Arief Rizki Fadhillah, ST., MT. (Dosen D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Widyagama Malang) dan Arie Restu Wardhani, ST., MT., Ph.D. (Dosen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Widyagama Malang).

Dalam kegiatan ini Tim bermitra dengan usaha kripik tempe Krudel Lariso Sanan Kelurahan Purwantoro, Kota Malang yang dirintis sejak 2013.

Seperti diketahui, Wilayah Kelurahan Purwantoro berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang yang terkenal sebagai kota wisata dan 90% masyarakatnya berprofesi sebagai perajin tempe.

Pandemi Covid-19 berdampak pada UKM menurunnya omset penjualan yang mengandalkan kunjungan wisatawan ke wilayah Malang.

Hal ini mengakibatkan perajin tempe ini terpaksa mengurangi produksinya hingga harus mengurangi tenaga kerja agar usahanya dapat bertahan hingga akhirnya dikelola oleh keluarga sendiri. Namun dengan pengurangan tenaga kerja, akan memberatkan pada proses produksi yang masih manual pada mitra.

PEMBUATAN MEMAKAN WAKTU LAMA DISOLUSIKAN DENGAN INCUBATOR

Proses pembuatan tempe sebagai bahan baku kripik tempe dilakukan dengan cara diangin-anginkan (digantung) pada ruangan terbuka membutuhkan waktu berkisar 2-3 hari.

Berdasarkan incubator yang telah diterapkan untuk fermentasi tempe dengan mengendalikan suhu sekitar 30 ˚C dan kelembaban sekitar 60%-70% mampu menghasilkan tempe yang matang (siap olah) sekitar 20 Jam lebih cepat daripada fermentasi pada ruang terbuka.

PENGIRISAN MANUAL DISOLUSIKAN DENGAN MESIN PENGIRIS

Proses pengirisan tempe secara manual menggunakan pisau membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dan waktu yang lama. Pekerjaan pengirisan manual kurang konsisten sehingga banyak irisan tempe yang kurang baik atau cacat, baik dari ketebalan maupun kualitas irisan. Proses ini merupakan proses yang sangat krusial dan melelahkan, apalagi dengan tenaga kerja yang terbatas.

Proses pengirisan tempe secara manual menyebabkan proses yang lama, melelahkan, dan hasilnya irisan kurang konsisten. Hal ini sangat diharapkan oleh mitra agar waktu dan tenaganya dapat dihemat untuk pekerjaan lainnya.

Permasalahan pengirisan tempe manual yang tidak konsisten dan menyebabkan produk cacat, maka ditawarkan solusi teknologi pengiris (slicer) tempe melalui teknologi mekanik.

PENIRISAN CARA LAMA KURANG EFEKTIF DISOLUSIKAN MENGGUNAKAN MESIN PENIRIS

Proses penirisan hasil penggorengan yang hanya mendiamkan pada saringan dan penguraian dengan alas kertas. Penirisan ini juga memakan waktu yang lama serta kandungan minyaknya masih tinggi yang dapat menurunkan kualitas produk.

Permasalahan penirisan dengan penyaring dan alas kertas yang kurang maksimal dan kurang higienis, maka ditawarkan solusi penggunaan teknologi mesin peniris (spinner) dengan mekanisme sentrifugal.

Dengan adanya putaran tersebut, minyak kripik yang telah digoreng akan keluar melalui lubang saluran pembuangan yang telah disediakan. Disamping itu dengan adanya putaran ini akan lebih cepat dalam pendinginannya sehingga akan dapat menyegerakan untuk proses pengemasan.

PENERAPAN APLIKASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAN WEBSITE PEMASARAN

Persoalan pada aspek manajemen pada mitra diantaranya adalah belum ada manajemen keuangan yang sistematis seperti pencatatan transaksi keuangan, pelaporan keuangan, laporan rugi-laba sehingga perkembangan usaha tidak terpantau dengan baik. Selain itu pemasaran/penjualan terutama masih mengandalkan pihak ketiga yaitu toko oleh-oleh, sehingga keuntungan tidak maksimal dan tergantung kunjungan pembeli.

Persoalan pengelolaan keuangan yang belum tercatat/terekam sehingga tidak dapat diketahui perkembangannya, ditawarkan solusi melalui prosedur pencatatan/perekaman berbasis teknologi aplikasi computer. Aplikasi keuangan berbasis computer merupakan sistem pencatatan keuangan dalam database yang dilengkapi beberapa fitur terkait dengan pelaporan keuangan.

Persoalan pemasaran yang masih mengutamakan melalui pada toko oleh-oleh yang menyebabkan pendapatan kurang maksimal, maka ditawarkan solusi pemasaran secara online melalui website yang terhubung ke media sosial.

Pemasaran online mengacu pada konsep e-commerce, yang memanfaatkan suatu sistem sebagai media bagi penjual dan pembeli untuk dapat melakukan perdagangan.

“Pemasaran online bagi usaha kecil maupun menengah memiliki pengaruh yang positif untuk mendorong perkembangan usaha. Pemasaran secara online dapat dilakukan melalui internet seperti menggunakan sistem informasi dalam bentuk web site usaha akan berpotensi memperluas segmentasi pasar. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri, apalagi jika web site tersebut ditopang dengan layanan-layanan jejaring sosial,” pungkasnya. (had)