Kebijakan Fiskal dan Moneter Menghadapi Dampak Covid-19

ist

Oleh : Bayu Aris

Wabah Coronavirus mempengaruhi seluruh dunia karena telah menyebar ke 199 negara. Setiap negara yang terkena dampak Coronavirus membuat langkah cepat untuk mengelola Coronavirus dan mengurangi dampak finansial. Efek Kesehatan Coronavirus Menurut ahli virologi dan mikrobiologi, Coronavirus adalah infeksi yang menyebar dengan cepat, meskipun faktanya tingkat korbannya rendah, tidak normal untuk infeksi musiman burung, atau demam berdarah. Namun, Coronavirus berisiko bagi orang yang lebih tua atau memiliki penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Berdasarkan informasi worldometer pada Walk 30 pukul 11.00 WIB, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 722.196. Jumlah pasien menendang ember 33.976 orang, sembuh 151.766 orang dan telah menyebar di 199 negara. Untuk sementara, negara yang paling tercemar adalah AS, disusul Italia, Cina, Spanyol, Jerman, dan Prancis. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-37, dengan 1.285 orang terinfeksi, 64 orang sembuh, dan 114 orang meninggal.

Sementara itu, jumlah wilayah yang tercemar lebih dari 20 wilayah, di mana DKI Jakarta berada di posisi terdepan, disusul Jawa Barat dan Banten. Dampak Sosial Virus Corona Salah satu cara untuk memutus mata rantai virus Corona adalah social removal, yang bertujuan untuk mencegah orang-orang yang musnah agar tidak berhubungan dalam jarak tertentu dengan orang-orang kuat untuk mengurangi penularan. Sesuai Tempat AS untuk Pencegahan dan Penanggulangan Menular (CDC), penghapusan sosial adalah menghindari kumpul-kumpul, menjauh dari kumpul-kumpul massal, dan menjaga jarak antara individu sekitar 2 meter. Menghitung telecommute (telecommute), menutup sekolah/lapangan dengan melakukan otodidak/belajar internet, pemujaan di rumah. Perpisahan sosial ini mempengaruhi aktivitas publik individu Indonesia yang dikenal ramah, seperti berjabat tangan dan akrab dengan kumpul-kumpul (seperti pesta pernikahan, layanan konvensional, atau sekadar hang out). Dampak Moneter Virus Corona Dalam mengelola virus Corona, otoritas publik Indonesia mengambil strategi yang cepat dan bijaksana untuk mengurangi pengaruhnya terhadap perekonomian. Beberapa ahli menekankan bahwa dampak moneter yang ditimbulkan oleh Coronavirus mungkin lebih penting daripada pengaruh kesehatan, dan perkembangan keuangan akan berbalik. Dengan asumsi ada jeda moneter, retensi pekerjaan akan berkurang, pengangguran dan kebutuhan akan meningkat. Daerah yang paling terpukul oleh pandemi virus corona adalah industri perjalanan karena adanya gerakan boikot dan akibat dari pemisahan sosial. Efeknya telah menyebar ke penginapan, restoran, ritel, transportasi, dan berbagai perusahaan. Area perakitan juga dipengaruhi oleh penangguhan jaringan penyimpanan bahan alami karena kekurangan komponen mentah, terutama dari China dan penundaan kemunculan bahan mentah. Ini akan mempengaruhi perluasan biaya barang dan memulai ekspansi.

Pendekatan Finansial dan Terkait Uang dalam Menghadapi Virus Corona Pemerintah Indonesia telah mengambil strategi yang jauh di bidang moneter dan terkait uang untuk mengelola Virus Corona. Di bidang keuangan, otoritas publik telah melaksanakan pengaturan latihan bersama dan mendistribusikan kembali rencana pengeluaran. Mengingat hal itu, Pemimpin Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan Instruksi Resmi No. 4/2020, seluruh Menteri/Pimpinan/Gubernur/Bupati/Wali Kota untuk mempercepat pengumpulan latihan, redistribusi rencana pengeluaran dan perolehan tenaga kerja dan produk untuk penanganan virus Corona.

Selain itu, Layanan Uang akan mendistribusikan kembali cadangan APBN yang bertambah sampai dengan Rp. 62,3 triliun. Aset tersebut diambil dari rencana keuangan perjalanan dinas, penggunaan nonfungsional, honorarium, untuk penanganan/pengendalian virus corona, jaminan sosial (social welfare net) dan dorongan bagi dunia usaha. APBD juga diharapkan dapat disatukan dan didistribusikan kembali untuk 3 hal tersebut.

ist

Penguatan pengobatan Covid, dilakukan dengan memberikan sarana dan prasarana klinik, resep, motivasi bagi kelompok klinik yang menangani pasien Covid dan berbagai kebutuhan lainnya. Jaring pensiun yang dikelola pemerintah diberikan untuk membangun daya beli masyarakat melalui Program Amanah Keluarga (PKH), Kartu Indonesia Cemerlang (KIP), Kartu Sembako dan Beras Sejahtera.

Layanan/Yayasan/Administrasi yang dijalankan Negara Bagian Terdekat diandalkan untuk memperluas proyek-proyek yang terkonsentrasi kerja termasuk Aset Kota. Sementara itu, motivator bagi dunia usaha dilakukan untuk membantu para pelaku bisnis khususnya UMKM dan kawasan informal.

Kemenkeu juga memberikan PMK 23/2020 yang memberikan biaya pindah ke pekerja dan dunia usaha, untuk menjadi perwakilan khusus pengeluaran pribadi yang ditanggung oleh otoritas publik, kecuali bea masuk tahunan, pengurangan bagian penilaian tahunan Pasal 25. Demikian juga pemberian motivator/Worth Added Expense kantor yang terdampak Covid.

Pemimpin Republik Indonesia juga memberikan arahan kepada Dinas/Yayasan untuk fokus pada akuisisi barang UMKM, memberdayakan BUMN agar UMKM dan barang UMKM diingat untuk e-file. Di bidang uang, strategi keuangan yang diambil harus sesuai dengan pendekatan moneter dalam membatasi dampak Covid terhadap perekonomian masyarakat. Akibatnya, otoritas terkait uang harus memiliki opsi untuk mengikuti skala konversi rupiah, mengontrol ekspansi dan memberikan gerakan keuangan ke dunia bisnis. Diyakini akan ada kelonggaran dalam pengurusan kredit perbankan dan peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

*) Penulis : Bayu Aris, mahasiswa Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

*)Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi BacaMalang.com