Kegiatan Belajar Sehat Mental, Harapkan Tumbuh Karakter Baik pada Anak

Foto: Kegiatan BESMENT. (ist)

BACAMALANG.COM – Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan BEM Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kegiatan Belajar Sehat Mental (BESMENT). Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih menghargai orang lain, saling berbagi, dan juga bertumbuhnya karakter baik dalam diri masing-masing anak.

“Belajar kesehatan mental itu harus dilatih sejak usia dini karena pembentukan suatu karakter dimulai ketika anak-anak sudah mulai belajar, belajar menganalisa perilaku orang lain ataupun belajar mengenai bahasa,” tegas penanggung jawab utama dari Rumah Belajar JKJT, dr. Veny, Selasa (26/10/2021).

Seperti diketahui, kegiatan BESMENT kali ini bekerja sama dengan Rumah Belajar Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) serta Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak (LPTKA). BESMENT yang diadakan kali ini bertempat di gang Muharto 5B Kota Lama, Kota Malang.

Bertemakan “Penerus Bangsa Berawal dari Mental yang Sehat dan Kuat” dengan harapan anak-anak sekolah dasar sebagai penerus bangsa dapat menjaga dengan baik kesehatan mentalnya.

Ketua pelaksana, Yorin mengatakan bahwa selama satu bulan kegiatan ini pihaknya merasa senang karena banyak anak yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang ada.

Ia berharap dengan adanya kegiatan belajar sehat mental ini banyak orang yang lebih peduli dengan kesehatan mental sehingga tidak hanya menyuarakan isunya, namun juga ingin belajar lebih dalam lagi mengenai kesehatan mental.

Terakhir, ia juga berterima kasih terhadap seluruh stakeholders yang terkait, khususnya Rumah Belajar JKJT dan juga LPTKA Universitas Muhammadiyah Malang.

Parents day kali ini merupakan acara sosialisasi yang diikuti oleh para orang tua dari anak didik rumah belajar JKJT.

Sosialisasi kali ini diisi oleh Ibu Fatimah dari LPTKA yang mana membahas mengenai tumbuh kembang anak dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam masa perkembangannya, khususnya mengenai kesehatan mental.

Menjaga kesehatan mental yang disampaikan merupakan hal-hal yang biasa ditemui orang tua di setiap harinya, khususnya menjaga emosi orang tua dan anak.

Hal ini bertujuan agar orang tua lebih mudah memahami mengenai konsep kesehatan mental melalui pengelolaan emosi dalam sehari-hari, khususnya saat mendidik anak.

Parents day kali ini berjalan dengan lancar dan banyak orang tua yang ikut berpartisipasi dari awal acara hingga akhir.

Sementara itu, Marhamah salah satu peserta sosialisasi parents day, turut memberikan apresiasi positif. “Saya mengajarkan banyak hal kepada anak saya, mulai bangun tidur, sekolah, ngaji, sampai tidur lagi. Adakalanya anak memang sulit memahami hal yang saya ajarkan ataupun berbuat kesalahan kecil, seperti tidak sengaja memecahkan piring, malas mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolahan, selalu ingin bermain, dan masih banyak lagi. Ketika anak saya melakukan kesalahan-kesalahan tersebut selalu saya marahi dan juga saya nasihati. Namun, tadi saya memahami bahwa emosi orang tua dalam mendidik anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, terutama mentalnya”, ujar Marhamah. (*/had)