Kejar Jambret, Perempuan Asal Kromengan Ini Dapat Penghargaan Kapolres

Abidatul Janah bersama Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik. (ist)

BACAMALANG.COM – Seorang perempuan muda Abidatul Janah (21) mendapat penghargaan dari Kepolisian Polres Malang. Penghargaan ini diberikan lantaran Abidatul Janah telah membantu tugas-tugas Kepolisian.

Abidatul Janah yang merupakan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang itu telah menjadi korban perampasan yang terjadi di Jalan Raya Bureng, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, pada Sabtu (2/4/2022) lalu.

Saat itu, Abidatul Janah yang juga menjadi korban kejahatan hendak pulang dari tempat kerjanya di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang menuju rumahnya di wilayah Kecamatan Kromengan.

Ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban dipepet oleh pelaku dari sisi kiri. Pelaku langsung mengambil HP milik korban yang berada di dasbor.

Setelah berhasil mengambil HP korban, pelaku pun melarikan diri ke area persawahan. Namun korban tak mau melepaskan barang berharganya begitu saja.

Korban berusaha mengejar pelaku hingga motor korban terperosok di area persawahan, dan pada akhirnya korban mengetahui jika pelaku masuk ke dalam sebuah jurang (arah sungai).

Beberapa saat kemudian datanglah warga dan petugas yang memberikan bantuan. Akhirnya pelaku berhasil ditemukan dan diamankan petugas kepolisian.

Atas kegigihan dan keberaniannya itu, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat melalui Kasihumas, Iptu Ahmad Taufik memberikan sebuah piagam penghargaan kepada korban.

“Mbak Abidatul Janah ini mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Bapak Kapolres Malang, atas keberaniannya untuk mengejar pelaku kejahatan,” kata Kasihumas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, Senin (27/6).

Penghargaan itu berdasarkan keputusan Kapolres Malang Nomor : KEP/45/VI/HUM.11./2022 tanggal 24 Juni 2022, tentang pemberian tanda penghargaan Kepala Kepolisian Resor Malang.

Iptu Taufik menambahkan, menurutnya peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan oleh petugas dalam mengungkap suatu tindak kejahatan.

“Karena tanpa bantuan dan informasi dari masyarakat, petugas akan cukup kesulitan menemukan (mengungkap) pelaku kejahatan,” pungkas Taufik. (Lis/red)