Kejari Kota Malang Laksanakan Ekspose Restorative Justice

Kepala Kejari Kota Malang Zuhandi (tengah) saat memberikan paparan terkait Restorative Justive.

BACAMALANG.COM – Kejaksaan Negeri Kota Malang telah melaksanakan restorative justice, persyaratan dilaksanakan Restorative Justice sesuai dengan ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, yaitu; (a) tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana; (b) ancaman pidana tidak lebih dari lima tahun; (c) tidak ada kerugian materiil yang dialami oleh saksi korban, dan (d) perbuatan tersangka telah dimaafkan oleh saksi korban dengan adanya kesepakatan damai.

Restoratif justice di Kejaksaan negeri Kota Malang dilaksanakan pada Kamis (24 /03/2022), terhadap perkara Tersangka I. K. B. telah memenuhi persyaratan. Pelaksanaan Restorative Justice yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana, S.H.,M.H dan dihadiri oleh Firdaus, S.H., M.H.  (Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur), didampingi oleh Sofyan. S, S.H.,M.H (Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur), dan eksposan oleh Zuhandi, S.H.,M.H (Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang) beserta Kusbiantoro, S.H.,M.H (Kasi Pidana Umum) dan Lis Nurhayati, S.H, M.H (Jaksa sebagai Fasilitator) dan Suudi, S.H (Kasubsi Pra Penuntutan) Kejaksaan Negeri Kota Malang.
 
Pada Ekspose tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana, S.H., M.H, melalui Kajari Kota Malang Zuhandi, S.H. mengatakan perkara IKB telah memenuhi syarat dilaksanakan restorative justice. “Terhadap perkara Tersangka I. K. B. telah memenuhi persyaratan dilaksanakan Restorative Justice sesuai dengan ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif,” terangnya.

Proses  Restorative Justice, lanjut Zuhandi, restorative dapat tercapai dikarenakan kedua belah pihak telah berdamai. “Kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke proses persidangan dan telah ada pemulihan keadaan semula, akibat tindak pidana yang dilakukan Tersangka, sehingga terhadap perkara tersebut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana, S.H., M.H menyetujui untuk dilakukan Restorative Justice”. lanjutnya.
 
Kasi Intel Kejari Kota Malang, Eko Budisusanto,S.H menambahkan. Oleh karena itu, Kejaksaan Negeri Kota Malang melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap Tersangka I. K. B. “Kasus ini terjadi pada hari Senin tanggal 10 Januari 2022 sekira jam 10.15 Wib bertempat di parkiran warung ayam Kisanak Jl. Terusan Surabaya, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang. IKB melakukan tindak pidana pencurian 1 (satu) unit handphone merk Oppo A92 warna ungu, yang ditinggal oleh pemiliknya yaitu saksi korban P. N. A di dalam dashboard motor yang diparkir di sebelah kiri motor tersangka I.K.B. Adapun perbuatan Tersangka melanggar ketentuan Pasal 362 KUH,” urai kasi intel Kejari Kota Malang.
 
Pelaksanaan Keadilan Restoratif merupakan arahan dari Jaksa Agung ST. Burhanudin sebagai bentuk inovasi dan kebijakan humanis yang berdasarkan hati Nurani. “Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Jaksa Agung (PERJA) Nomor 15 Tahun 2020 dan merupakan perwujudan terhadap prinsip Dominus Litis atau pengendali perkara yang melekat pada instansi Kejaksaan Republik Indonesia yang tertuang dalam Pasal 139 KUHAP.” paparnya.

Untuk diketahui, keadilan restoratif merupakan bentuk reformasi penegakan hukum yang mengedepankan  nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan kemanfaatan hukum di masyarakat. (him)