Kejari Panggil Tiga Pengurus Koni Kota Malang Terkait Dana Hibah

Pengurus KONI Kota Malang penuhi panggilan Kejari terkait dana hibah. (ist)

BACAMALANG.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang memanggil tiga orang pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang untuk dimintai keterangan, Selasa (22/06/2022). Setelah sebelumnya Meminta Keterangan sejumlah atlet.

Ketiga orang tersebut menjalani pemeriksaan tim penyidik di ruang pidana khusus (pidsus) Kejari Kota Malang, sejak pukul 10.00 WIB. Mereka yakni Sekretaris Koni Ahmad Anang Fatoni, Bendahara Koni Imam Buchori dan inisial S alias Anis sebagai pengawas internal Koni.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Zuhandi, SH, MH melalui Kasi Intelijen Eko Budisusanto membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. “Betul, hari ini kami memanggil Tiga orang pengurus Koni Kota Malang untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Masih kata Eko, Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan penggunaan dana hibah yang diterima Koni Kota Malang tahun  2020/2021. Sebelumnya, beberapa pengurus Cabang Olahraga (Cabor) serta para atlet  telah di mintai keterangan oleh tim penyidik. Diantaranya, dari Assosiasi Kota PSSI Malang dan atlet Futsal.

“Sampai hari ini, kami telah memintai keterangan sejumlah 25 orang. Kami masih terus mengembangkan kasus dugaan penggunaan dana hibah Koni yang telah dilaporkan masyarakat ke Kejari Kota Malang,” terangnya.

Namun demikian, Eko mengaku kasus ini masih merupakan dugaan. Oleh karena itu pihak Kejari akan terus melakukan pemanggilan ke pihak terkait untuk dimintai keterangan. “Ini masih dalam tahap penyelidikan,” tandasnya.

Sementara itu, Imam Bukhori Bendahara Koni mengaku diperiksa sebagai saksi, terkait dana hibah KONI dari APBD Kota Malang. Yakni APBD 2020 sebesar Rp 10 miliar, dan APBD 2021 juga sama sebesar Rp 10 miliar.

“Seluruh dana tersebut didistribusikan kesemua Cabang Olahraga (cabor), sebanyak 52 Cabor. Ada 26 pertanyaan yang diajukan penyidik. Berkaitan dana hibah yang diterima berapa serta didistribusikan ke siapa saja”.ujarnya kepada awak media, Rabu (22/06/2022)

Dirinya menambahkan, pengeluaran anggaran itu, kata dia, berdasarkan proposal dan ACC (persetujuan) dari Ketua Umum KONI. “Aliran dana yang dikeluarkan sesuai dengan proposal yang di acc oleh Ketua Umum Koni, saya melaksanakan tugas sesuai petunjuk dari pimpinan,” imbuhnya.

Sementara itu, sekretaris KONI Kota Malang Ahmad Anang Fatoni, mengaku dirinya hanya diberikan 13 pertanyaan dari penyidik. “Sejauh ini kami masih dimintai keterangan soal pengaduan masyarakat (dumas), menyangkut dana hibah KONI 2020 dan 2021 yang diduga adanya tindak pidana korupsi (Tipikor). Dugaan anggaran dana hibah adalah Rp 10 miliar pada 2020 dan Rp.10 miliar  2021,” jelas Anang.

Anang pun menyebut jika kapasitasnya hanya sebagai sekretaris Koni, sedang anggaran yang dikelola organisasinya sebagian besar untuk Cabor. Oleh karena itu, dia bersama dua rekannya memenuhi panggilan Kejaksaan, untuk dimintai keterangan. “Sedianya saya memenuhi panggilan pada Senin (20/06/2022), namun baru bisa memenuhi panggilan pada hari ini (Rabu, 22/06/2022),” pungkasnya kepada awak media. (him)