Kelompok Doktor Mengabdi di Malang Ajarkan Teknologi Olahan Susu

Foto: Doktor mengabdi mengajarkan teknologi prngolahan susu kepada santri. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebanyak enam orang dosen yang tergabung dalam program doktor mengabdi dari Universitas Brawijaya melakukan pengabdian masyarakat mengembangkan produk olahan susu, Minggu (28/8/2021).

Kegiatan yang dilakukan disalah satu pondok dikawasan Karangoloso Kabupaten Malang itu dilatari dengan adanya produk hasil usaha yang kurang maksimal.

Ketua tim doktor mengabdi UB Elok Zubaidah, menerangkan, bahwa Pondok Pesantren Babussalam Al-Firdaus itu telah memiliki kemandirian ekonomi, diantaranya dengan mendirikan kantin dan pengolahan susu pasteurisasi secara sederhana.

“Namun mereka terkendala dengan umur simpan produk susu pasterurisasi yang pendek, yaitu kurang dari satu minggu pada penyimpanan suhu 4 derajat. Sehingga mengakibatkan terbatasnya distribusi dan perkembangan usaha,” katanya.

Bersama dengan timnya, Elok kemudian memberikan pemahaman kepada pihak pondok dengan tujuan mereka akan memperoleh informasi dan akhirnya dapat memanfaatkannya.

“Sengaja kami melakukan diseminasi teknologi di pondok ini dengan harapan dapat menjadi dasar berdirinya industri kecil berbasis olahan susu dan bakery. Sehingga dapat meningkatkan kemandirian pondok,” terang Elok.

Elok berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal para santri nantinya selepas terjun di masyarakat, terutama di masa pandemi.

Dikatakan, kegiatan yang dimulai sejak April hingga Agustus 2021 tersebut mencakup beberapa agenda seperti pemberian materi dan praktek diversifikasi produk olahan berbasis susu dan produk bakeri, sosialisasi dan pelatihan teknologi pengemasan dan penyimpanan, pelatihan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP), analisis ekonomi dan kelayakan usaha, pendampingan manajemen usaha hingga pemasaran.

Beberapa diversikasi produk susu yang diajarkan dalam kegiatan tersebut meliputi aneka olahan susu seperti yoghurt, kefir, mentega, dan permen susu. Selain itu ada juga aneka produk roti yang terdiri dari roti tawar, roti manis, hingga jenis donat.

“Adapula aneka pastry seperti, croissant, puff pastry, dan danish pastry. Bahkan aneka cake juga disampaikan,” ucapnya.

Sementara itu Imam Supandi, pengasuh Pondok Pesantren berterimakasih pada tim dosen yang berkenan melatih sehingga meningkatkan pendapatan.

“Terimakasih juga karena berkat kegiatan ini wawasan para santri jadi semakin terbuka. Ternyata banyak juga yang bisa diolah dari susu dan turunannya,” kata Imam. (Lis/red)