Kembangkan Skill Menulis Berita, LTN NU Kota Malang Gelar Workshop Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Pemanfaatan SEO

Pakar cyber Abdul Haris Suaidi saat paparan dalam Workshop Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Pemanfaatan SEO Bagi Pemula di hall KH Abdurrahman Wahid PC NU Kota Malang, Sabtu, (12/11/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Search Engine Optimization (SEO) adalah teknik mengoptimasi website agar mendapat ranking teratas di hasil pencarian Google. Sebuah tulisan atau materi yang menarik, harus diimbangi dengan tools yang tepat agar dapat optimal tampil di Google.

Inilah materi yang disampaikan Pakar cyber Abdul Haris Suaidi dalam Workshop Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Pemanfaatan SEO Bagi Pemula di hall KH Abdurrahman Wahid PC NU Kota Malang, Sabtu, (12/11/2022).

Abdul Harris mengatakan, di era digital seperti saat ini SEO sangat penting karena media cetak mulai tergerus oleh media online yang lebih bebas mengekspresikan tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Sehingga SEO ini juga penting bagi anggota Lembaga Ta’lif wan Nasyr atau LTN NU sebagai lembaga di bidang kehumasan di bawah PC NU yang fungsinya seperti corporate communication di suatu perusahaan,” ujarnya.

Jurnalis Muhaimin (kiri), dan fotografer Nedi Putra AW saat memberi materi dalam Workshop Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Pemanfaatan SEO Bagi Pemula di hall KH Abdurrahman Wahid PC NU Kota Malang, Sabtu, (12/11/2022). (ned)

Dijelaskan Abdul Harris, SEO erat dengan masalah penulisan, karena penulisan yang baik harus diimbangi dengan peningkatan peringkat di Google sebagai wadah global di dunia digital saat ini.

“Sebaliknya posisi di Google juga harus diimbangi dengan penulisan yang baik. Oleh karena itu pelatihan ini sangat tepat, karena para peserta dapat mengetahui teknik agar dapat meraih SEO yang bagus,” ujarnya.

Mantan manajer sebuah bank swasta nasional ini menuturkan, SEO juga sangat berkaitan erat dengan bisnis, yang orientasinya dalah finansial. Menurut dia, tolok ukur SEO sangat mendukung, utamanya untuk menambah income. Karena tools yang dikeluarkan Google Console akan mempengaruhi ditambahnya suatu tulisan dengan ad sense atau iklan dari Google.

“Jadi secara sederhana kita dengan menulispun dibayar oleh Google, tentunya dengan algoritama dari Google itu sendiri,” tukas konsultas IT dan pembuatan sotfware serta networking ini.

Ia memberi contoh, bahwa di tingkat LTN sendiri sudah cukup banyak yang bisa diulas untuk menjadi sebuah tulisan, seperti mengapa jumlah anak tangga kantor NU kok jumlahnya 9 misalnya.

“Tulisan-tulisan ringan seperti itu jika didukung skill penulisan dan tools SEO yang mendukung akan mendapat tempat teratas, sehingga selain lebih banyak diakses, juga kemungkinan mendapat tambahan income berupa iklan,” tandas pria yang juga founder Oleh-oleh Khas Malang ini.

Selain Abdul Harris, workshop jurnalistik ini menghadirkan pemateri lainnya, yakni  wartawan Malang Posco Media Muhaimin, dan fotografer BacaMalang.com Nedi Putra AW. Workshop dibuka Ketua LTN NU Kota Malang Abdul Muntholib, yang menjelaskan pentingnya bekal literasi jurnalistik bagi para pemangku media atau IT yang ada di pesantren dan organiasasi kemasyarakatan seperti NU dan badan otonomnya.

“Menurut saya, perkembangan media mainstrem maupun media sosial saat ini sangat luar biasa, sehingga media ini harus kita gunakan dengan baik untuk memuat berita dan informasi kepada masyarakat, tapi tetap harus sesuai dengan aturan seperti keahlian wartawan dalam penyampaian informasi,” ujarnya pria yang juga wartawan Jawa Pos Radar Malang itu.

Sebelas peserta yang terdiri dari perwakilan sejumlah pondok pesantren ini mendapatkan pembekalan tentang cara kerja jurnalis. Muhaimin yang menyampaikan materi dasar jurnalistik, menjelaskan bagaimana cara menulis yang baik. Mulai dari perencanaan liputan, memilih angle, melakukan riset, mengumpulkan dan menggali bahan, menulis berita, hingga menyuntingnya sehingga menjadi produk berita yang sesuai kaidah jurnalistik.

“Ada rumus baku dalam penulisan berita, yaitu 5W + 1H, yang terdiri dari Where, Who, When, What, Why dan How. Apa yang didahulukan untuk lead berita bisa sesuai selera atau standar dari masing-masing medianya,” terangnya.

Sementara foto sebagai penunjang sebuah berita juga harus mampu menarik perhatian pembaca. Selain menarik, sebuah foto harus mempunyai nilai berita agar menjadi sebuah foto jurnalistik.

“Oleh karena foto harus diberi teks atau caption yang juga mengikuti kaidah 5W+1H,” tandas Nedi Putra AW, fotografer dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang ini. Workshop diakhiri dengan sesi praktik membuat berita singkat di Instagram. (ned)