Ken Tidak Kaget, Ada Ketua RT Terindikasi Sebagai Perekrut Senior NII

Caption : Ken Setiawan. (ist)

BACAMALANG.COM – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengaku tidak kaget bila ada perangkat desa yang terpapar paham radikal di Lampung.

Bahkan menurutnya ini bukan merupakan hal yang aneh karena penyebaran kelompok NII di Lampung memang sudah cukup banyak, bahkan bukan hanya ketua RT, tapi kades, guru, mahasiswa dan dosen juga sudah ada yang terindikasi terpapar paham radikal.

“Lampung ini gerbang Sumatera, orang kalau mau menyeberang lewat jalan darat ya pasti lewat Lampung, jadi Lampung tempat persinggahan, disamping itu juga Lampung ada sejarah masa lalu terkait gerakan NII, seperti kasus Talangsari, jadi ada yang radikal secara ideologis dan ada yang biologis,” terang Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan, Jumat (3/12/2021).

Perlu diketahui bahwa saat ini kelompok NII di Lampung memang belum kepikiran untuk melakukan aksi teror dengan senjata dan bom sehingga belum menjadi wewenang Densus 88 dalam hal penindakan.

“NII di Lampung masih berupa paham, mereka pengen mengganti negara ini dengan negara dan hukum Islam, jadi memang belum mengarah pada aksi atau tindakan terorisme,” terangnya.

“NII saat ini hanya fokus mengembangkan sayap dalam hal perekrutan anggota baru dan penggalangan dana dengan berbagai mode, termasuk saat ini mereka menyatu dengan masyarakat agar aktifitasnya tidak dicurigai,” urainya.

Menurut Ken, gerakan NII itu senyap, maka jarang berita korban NII naik ke permukaan, jadi ya wajar jika Lampung dianggap aman oleh aparat dan pemerintah.

“Korban NII pun sama seperti halnya korban pemerkosaan, menganggap apa yang telah dialaminya sebagai aib keluarga dan ketika lapor aparat pun takut nanti akan di teror oleh pelaku, makanya tidak banyak yang melaporkan kasus NII ke aparat,” tukasnya.

“Makanya NII Crisis Center membuka kanal pengaduan kepada korban NII di hotline whatsapp 0898-5151-228 agar korban tidak merasa sendiri,” pungkasnya. (*/had).