Kepala BRI Syariah Malang Sebut Pelaku Penipuan Sangat Licin

(dari kiri) Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri; Kepala Kantor Cabang BRI Syariah Malang, Aminuddin; dan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Perkara penipuan yang dilakukan tersangka Metha Yuniarti warga Kecamatan Pakis terhadap 67 orang dan menimbulkan kerugian hampir Rp 2 miliar terus bergulir.

Hari ini, Kepala Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Syariah Malang, Aminuddin dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Malang, Sugiarto Kasmuri mendatangi Kepolisian Resor Malang. Kedatangan kedua orang itu untuk koordinasi perkembangan kasus Metha dengan Kepala Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar.

“Hari ini kami telah koordinasi. Dari koordinasi yang kami laksanakan, bahwa kedepan kita akan melaksanakan penelitian lebih lanjut, akan melakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut untuk memastikan sebanyak apa korban yang sempat ditipu oleh tersangka ini,” ujar Hendri Umar, Selasa (3/11/2020).

Sementara Kepala Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Syariah Malang, Aminuddin menyampaikan, apa yang dilakukan Metha telah mencoreng nama instansinya. Aminuddin kemudian mengklarifikasi, Metha tidak pernah tercatat sebagai karyawan di Bank Rakyat Indonesia Syariah Malang mana pun.

“Kita cari orang ini agak susah, orangnya licin. Nomornya berganti-ganti terus. Kami ini adalah korban juga, ya pencemaran nama baik juga,” terang Aminuddin.

Terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Malang, Sugiarto Kasmuri menjelaskan, ada dua hal penting yang harus diperhatikan berkaca pada kasus Metha ini.

“Khususnya masyarakat yang ingin investasi. Lakukan investasi kepada lembaga yang yang legal dan terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Kemudian tawaran yang diberikan itu harus bersifat logis. Jadi kalau ada yang mengiming-imingi menempatkan dana, kemudian kemudian diiming-imingi hasil yang tinggi itu, masyarakat patut waspada,” tutur Sugiarto. (mid/yog)