Kepala MTs Dampit Minta Pemkab Malang Beri Penjelasan BOSda Belum Turun - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Jun 2020 22:57 WIB ·

Kepala MTs Dampit Minta Pemkab Malang Beri Penjelasan BOSda Belum Turun


 Kepala MTs Dampit Minta Pemkab Malang Beri Penjelasan BOSda Belum Turun Perbesar

BACAMALANG.COM – Kepala MTs Azharul Ulum Kecamatan Dampit Kabupaten Malang Miskari minta penjelasan dari Pemkab Malang atas belum turunnya BOSda hingga saat ini.

“Kami sudah mendapatkan informasi tentang adanya refocusing dana APBD 2020 di sejumlah OPD hingga BOSkab juga ikut terkoreksi jumlah dananya. Kami hanya ingin agar ada penjelasan dan pemberitahuan dari Pemkab Malang, jangan sampai terkesan kami di PHP,” tegas Miskari Senin (8//62020).

Sekilas informasi, penanganan Covid-19 kini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Malang. Maka dari itu, sebagian besar anggaran dialihkan ke penanganan wabah penyakit.

Pemkab Malang sudah memberikan Bosda, untuk SD dan SMP antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu.

Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan Rp 112 miliar guna mengatasi wabah virus Corona di wilayahnya berasal realokasi serta refocusing APBD 2020. Nilainya Rp 22 miliar.

Rincian sumber berasal dari silpa atau (sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan), dana darurat, serta belanja tidak terduga sebesar Rp 90 miliar.

Pemenuhan Hak

Miskari melanjutkan, biasanya pihaknya sebelum menerima dana Boskab terlebih dahulu membuat berkas pelaporan alokasi dana secara lebih mendetail.

” Kami agak heran karena sampai bulan Juni ini Kami belum disuruh Pemkab Malang (Disdik) mengumpulkan berkas laporan terkait pengucuran Boskab,” tutur pria yang juga Koordinator Bidang Advokasi LP Maarif Kabupaten Malang.

Ia berharap Pemkab Malang memberikan penjelasan secara resmi, gamblang, dan transparan terkait mengapa Boskab sampai sekarang belum dikucurkan.

“Saya sekedar ingin sampaikan pendapat jika BOSda ini merupakan hak kami. Karena sejak awal telah dilakukan pembahasan, dan disepakati, namun sampai sekarang kok belum turun,” papar Miskari.

Ia menuturkan, meski sangat membutuhkan Boskab, apabila ada penjelasan terkait hal ini maka pihaknya bisa memahami dan menerima.

“Pada dasarnya Kami sangat membutuhkan Boskab untuk keberlangsungan pendidikan madrasah. Namun kami akan legowo, memahami dan menerima jika ada sebuah pemberitahuan rasionalisasi dana Boskab akibat pandemi Covid-19,” jelas Miskari.

Korban Pandemi

Miskari menjelaskan apabila ditelaah secara mendalam, sebenarnya pihaknya (pendidikan Ma’arif) juga tergolong sebagai korban Pandemi Covid-19.

“Pada saat ini sebenarnya Kami ini juga tergolong sebagai korban Pandemi Covid-19. Kami butuh dana untuk pembelajaran daring dan membayar gaji guru, ironisnya Boskab juga belum turun,” terang Miskari.

Ia menjelaskan, meskipun terjadi force majeur berupa pandemi, namun pihaknya tetap istiqamah menjalankan proses belajar mengajar secara daring sesuai aturan pemerintah.

“Meski ada pandemi Kami terus mengadakan pembelajaran via daring. Kami ini juga butuh dana. Semisal untuk membayar internet dan membayar gaji guru. Semoga Boskab segera turun,” tutur Miskari.

Belum Dapat Rincian

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan, info sementara Boskab adalah salah satu komponen dana yang juga kena refocussing anggaran karena adanya pandemi Covid–19.

“Tapi kepastiannya sebaiknya minta info ke Bappeda (pak Tomie) dan/atau BKAD (bu Wahyu) karena Disdik secara resmi belum mendapatkan rincian perubahan penjabaran APBD 2020,” terang Rahmat. (Had/Red)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Modus Pengobatan Alternatif, Dukun di Gedangan Cabuli Pasien Hingga Berulang Kali

23 April 2026 - 22:14 WIB

Gebrakan Kalapas Baru Malang: Christo Toar Tancap Gas Upgrade SDM dan Sikat Penyelundupan HP-Narkoba

23 April 2026 - 18:50 WIB

Usai Isu Suap Emas BPJS Terbantahkan, DPRD Soroti terkait Pelayanan

23 April 2026 - 18:17 WIB

Eksekusi Eks Persada Swalayan di Lowokwaru Berjalan Kondusif, Tanpa Perlawanan

23 April 2026 - 17:15 WIB

Longsor 12 Meter di Pakiskembar, Akses Lalin Terganggu

23 April 2026 - 15:04 WIB

Satu Keluarga Kecelakaan Tabrak Kontainer di Lawang, 1 Tewas 7 Luka

23 April 2026 - 14:36 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !