Kerupuk Pertulo, Oleh-oleh Khas Desa Bayem Kasembon

Caption: Salah satu warga dusun Giling Desa Bayem Kecamatan Kasembon saat menjemur Krupuk Samiler Pertulo. (ist)

BACAMALANG.COM – Di tengah pandemi seperti saat ini, keberadaan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) seperti usaha kerupuk pertulo dari Desa Bayem Kasembon ternyata masih bertahan. Hal ini lantaran mereka tetap memproduksi sesuai orderan dan pesanan dari luar kota.

Kerupuk pertulo atau yang dikenal dengan samiler ini merupakan makanan ringan jadul yang terbuat dari singkong.

Melimpahnya hasil pertanian singkong di Dusun Giling, Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang inilah yang kemudian coba dikreasikan warga setempat untuk menjadi krupuk pertulo.

“Sebelum diolah menjadi kerupuk, singkong hasil panen warga biasanya hanya dijual ke pasar sekitar Kasembon,” tegasnya.

Sutik Ami (38), warga setempat menjelaskan, pembuat krupuk pertulo atau samiler ini sebagai usaha mengatasi kebutuhan di tengah pandemi dan sebagai oleh -oleh khas Desa Bayem sebagai desa wisata rafting dan tubing.

Bahan baku untuk membuat krupuk pertulo ini dari singkong dicampur bumbu garam, penyedap rasa, bawang, pewarna makanan agar saat disajikan mempunyai rasa yang khas.

Singkong yang sudah dibersihkan kemudian digiling kasar lalu dijemur atau warga setempat menyebutnya gaplek. Setelah kering, gaplek harus digiling agar menjadi tepung. Tepung gaplek itu lalu dicampur dengan air dan bumbu, selanjutnya diaduk hingga menjadi adonan kerupuk.

Adonan lalu dicetak dengan menggunakan dasar nampan agar ukurannya membesar. Proses selanjutnya dikukus, lalu dijemur kembali dan akhirnya kerupuk siap digoreng.

Ia menambahkan, proses selanjutnya dicetak dikukus yang kemudian dijemur dibawah terik matahari agar menghasilkan kerupuk pertulo yang renyah dan gurih saat akan digoreng.

Pembeli kerupuk pertulo ini dari beberapa daerah antara lain seperti Pasuruan, Blitar, Trenggalek dan Malang Raya sendiri.

“Kalau Ada rafting, penjualan krupuk khas ini menjadi ramai mas karena pembeline akeh sebagai oleh oleh khas dari desa Bayem Kasembon,” pungkasnya. (yon)