Kiprah Eksis Komunitas Pramuwisata Kota Batu Kala Pandemi

Foto: Ilham Adilia Uyak. (ist)

BACAMALANG.COM – Sektor pariwisata menjadi sektor yang terpukul berat karena adanya pandemi. Namun kiprah dari komunitas pramuwisata Kota Batu layak mendapat simpati dan pujian, karena mampu eksis dengan berbagai upaya sinergi.

Gambaran dampak pandemi terhadap pariwisata di Kota Batu cukup memprihatinkan. “Terhitung lebih dari 1 tahun pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Kota Batu pada khususnya menjadikan okupansi hotel menurun lebih dari 90%, kecuali di Hari Sabtu – Minggu ( weekend ). Pun demikian okupansi inap di hari weekend masih didominasi wisatawan lokal Jatim saja,” tutur perwakilan Himpunan Pramuwisata Kota Batu, Ilham Adilia Uyak, kepada bacamalang.com, Senin (11/4/2021).

Ia menjelaskan jika banyak pengangguran akibat pandemi. “Banyak pengangguran. karena basicly Kota Batu salah satu sumber ekonomi masyarakat berasal dari kegiatan industri pariwisata seperti berprofesi sebagai karyawan obyek wisata, karyawan hotel, karyawan jasa biro wisata, karyawan / pengusaha transportasi wisata dan lain sebagaianya. Dan kita tahu bahwa dalam circle dampak pendemic Covid 19 di dunia, yang terdampak pertama kali adalah traveling maka secara otomatis di Kota Batu pada khususnya menambah jumlah pengangguran, dikarenakan mereka dirumahkan atau di PHK dari perusahaan mereka, dan atau sebagai pengusaha jasa wisata mandek dari pekerjaan jasa wisata,” paparnya.

Ia mengatakan banyak jasa pariwisata kolaps. “Tentunya kita sama-sama paham bahwa kegiatan pariwisata adalah kegiatan yang berhubungan antar person, nah dikarenakan aturan-aturan yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan-kegiatan kerumunan dan pembatasan kegiatan kerumunan ( pariwisata ) maka secara otomatis banyak usaha jasa pariwisata yang kolaps,” imbuhnya.

Upaya Himpunan Pramuwisata Indonesia Kota Batu saat pandemi untuk bertahan dari pandemi adalah meningkatkan sinergisitas sesama pramuwisata berikut menggali potensi-; potensi selain dari kegiatan pariwisata, tanpa melupakan keilmuan atau peluang-peluang pariwisata di era new normal,” terangnya.

Kegiatan Himpunan Pramuwisata selama ini adalah bersinergi dengan pihak pemerintah Daerah atau Pusat untuk kegiatan yang solutif disaat masa pandemi. Yakni melakukan terobosan-terobosan sebagai langkah survival di saat pandemi.

Menggelar OBSI

Pria yang juga dedengkot di Batu Total Independen ini mengungkapkan pihaknya intens berkegiatan positif. “Kegiatan Batu Total Indiependent tetap konsisten dalam berkarya salah satunya adalah OBSI ( Obrolan Musisi ) yang dikemas live concert via platform digital,” urainya.

Ia menjelaskan kegiatan BTI sangat berhubungan erat dengan pariwisata, karena musik adalah bagian dari 17 sub sektor e-kraf yang menunjang atau salah satu elemen pendukung dalam kegiatan kepariwisataan terutama dalam bidang entertainment.

Ia mengatakan, harapan ke depan adalah pandemi bisa segera selesai. “Adanya peluang peluang baru yang dapat dimanfaatkan secara bersama antara masyarakat pariwisata dan pemerintah dengan kebijakan-kebijakan yang mengarah kepada subsidi secara langsung tidak harus berupa materi, tapi bisa berupa program stimulan untuk kesejahteraan bersama,” tukasnya.

Terkait pemberdayaan anggota, ia mengatakan, berbagi peluang-peluang kerja sehingga dapat dilakukan sebagai upaya mewujudkan ketahanan ekonomi anggota. (had)