Kisah Inspiratif Kala Pandemi, Habib Muda Melakukan Hal Ini

Caption : Habib Muhammad Muhsin (baju merah) saat sedekah Al Qur'an. (ist)

BACAMALANG.COM – Berlomba berbuat amal kebajikan kala pandemi, menjadi suatu hal yang patut menjadi inspirasi dan contoh positif.

Kita bisa sedikit bernafas lega, di tengah banyaknya ulama dan tokoh agama wafat, kini muncul tunas baru mileneal muda sebagai penerus pemberi contoh teladan kebaikan bagi masyarakat.

Sosok Habib Muhammad Muhsin adalah pribadi yang sederhana dan suka menolong sesama. Ia sehari-harinya adalah anggota organisasi pemuda Pancasila (PP) PAC Lowokwaru Kota Malang.

Selain aktif berorganisasi, Habib juga berkuliah di Fakultas Manajemen, di sebuah PTS di Kota Malang.

Eksis Berniaga Kala Pandemi

Bakat berdagang dan jiwa enterpreneur Habib muda ini cukup menonjol. Tak ayal ia mencoba menjalani usaha berjualan Kurma dan Perangkat (Perlengkapan) shalat.

Ia menjual kurma Sukari, 500 gram dibandrol Rp 40.000, dan 1 kg Rp 65.000. Untuk harga Sarung per kodi isi 20 dibandrol Rp 800.000.

Kurma Sukari dikenal mempunyai daging yang lebih besar, rasanya renyah pada bagian luar dan lembut pada bagian dalamnya. Warna kulitnya kuning kecoklatan, mempunyai rasa yang manis mirip gula aren, khasiat dan kandungan gizi yang melimpah

Selain berjualan Kurma, juga menjual parfum, dan busana muslim di Pasar Terpadu Dinoyo.

Untuk omset, bisa meraup hasil rata-rata Rp 5 juta setiap bulan. Ia mengatakan, kulakan dari supplier dari tangan pertama dari pabrik.

“Selama pandemi terdampak karena rata-rata pembeli saya adalah mahasiswa dimana kuliah diliburkan, dan dimana ekonomi juga sedang lemah dan daya beli masyarakat sedang turun. Alhamdulillah meski demikian usaha kami tetap bertahan,” tukas Habib.

Senang Membantu Sesama

Adanya pandemi membuat prihatin habib muda yang tinggal di Jalan Simple Cluster Gurita Lowokwaru Kota Malang ini, untuk ikut membantu sesama.

Hal ini ia wujudkan dengan menyisihkan sebagian keuntungan usaha untuk memakmurkan masjid.

Ia memberikan bantuan berupa Al Qur’an total 20 buah. Kitab Alquran besar 10, dan Al-Quran biasa 10. Ada pula bantuan 10 buku Iqra.

Ia rela menyisihkan sedikit rejekinya diserahkan ke masjid Nurul Jannah di Kampung Tangguh Semeru, DX Patmanam, Dinoyo, Lowokwaru Kota Malang.

“Ke depan saya ada niat untuk membantu sesama anggota di organisasi saya ajak bantu usaha saya,” urai Habib.

Ia mempunyai harapan ekonomi pulih dan daya beli masyarakat meningkat lagi. Habib juga melakukan kegiatan dinamai Ngaji Kopi Manfaat diadakan 2 minggu sekali di PP PAC Lowokwaru serta kegiatan bershadaqah.

“Harapan saya semoga ekonomi pulih dan daya beli masyarakat meningkat lagi. Indonesia aman, ekonomi gampang. Aamiin,” pungkas Habib
Muhammad Muhsin. (had)