Kongres Ricuh, Kader HMI Diminta Junjung Intelektualitas Sebagai Basis Perilaku

Caption : Umar Sholahuddin. (ist)

BACAMALANG.COM – Atas ricuhnya, Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga berbuntut penangkapan enam orang peserta, memantik reaksi anggota Korps Alumni HMI (KAHMI) yang meminta kader selayaknya menjunjung intelektualitas sebagai basis perilaku.

“Saya sebagai kader, menilai kondisi ini tentu sangat memprihatikan dan memalukan. Sebagai mahasiswa yang menyandang kata Islam, mestinya menjalankan roda organisasi bernuansa Islam, harus menjunjung tinggi intelektualitas dan Akhlaqul Karimah sebagai basis perilakunya,”
tegas mantan Ketua PTKP 1997-1998 HMI Komisariat FISIP Universitas Airlangga, yang juga Dosen Sosiologi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Umar Sholahuddin, Rabu (24/3/2021).

Seperti diketahui, enam orang peserta Kongres XXXI HMI di Gedung Islamic Center Jalan Dukuh Kupang Kota Surabaya, diamankan pihak kepolisian. karena diduga memicu terjadinya kericuhan hingga berujung saling lempar kursi di arena kongres.

Bahkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta ikut turun langsung mengamankan situasi dan mengatakan, kericuhan terjadi akibat miskomunikasi antar peserta kongres karena alotnya berbagai pembahasan.

Islami dan moderat

Umar mengatakan, HMI harus kembali ke khittah sebagai organisasi mahasiswa yang Islami, nasionalis, moderat dan independen, untuk kebaikan bangsa dan ummat.

Ia mengungkapkan, kejadian ini sangat mencoreng harkat dan martabat HMI sebagai organisasi kemahasiswaan dan keislaman.

“Karena itu, Kita semua berharap kader yang sedang berkongres, berkongreslah secara intelektual, berakhlaqul Karimah, dan menjunjung tinggi AD/ART organisasi. Serta menghasilkan produk yang berkualitas untuk organisasi dan bangsa. Hilangkan kekerasan dalam bentuk apapun dalam kongres,” pungkasnya. (had)