KONI Kota Batu Fokus Tatap Porprov

Ketua Umum KONI Kota Batu, Drs. Mahfud, saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja. (Eko)

BACAMALANG.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu menggelar Rapat Kerja Anggota 2021, guna membahas cabang-cabang olahraga apa saja yang bakal dipertandingkan, serta membahas Laporan Pertanggung Jawaban Kerja.

Rapat tersebut di selenggarakan di Aula Hotel Selecta, Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Minggu (5/12/2021).

Dalam rapat tersebut, Ketua Umum KONI Kota Batu Drs. Mahfud menyampaikan beberapa poin-poin penting hasil dari rapat.

“Kami sudah sampaikan hasil kerja yang salah satu diantaranya persiapan untuk menghadapi PON. Alhamdulillah selama ini kegiatan-kegiatan KONI sudah bisa terlaksana dengan sukses dan lancar. Kemudian untuk laporan kegiatan keuangan, juga sudah disampaikan oleh tim auditor keuangan yang sampai pada November 2021. Dan secara keseluruhannya sudah sampai pada kemarin Sabtu 2021 yang hampir 90 persen,” tutur Mahfud.

Mahfud menambahkan, sampai pada Minggu ini banyak sekali para pengurus cabang olahraga yang mengajukan anggaran.

Menurutnya, KONI Kota Batu dalam menerima anggaran itu juga harus bisa dipertanggungjawabkan.

“Kita menerima anggaran hibah itu tetap harus bisa dipertanggungjawabkan, karena setiap cabang olahraga juga dituntut mempertanggungjawabkan anggaran yang diterima. Sehingga kalau masih ada surat kelengkapan pertanggungjawaban administrasi keuangan atau SPJ yang belum selesai, kita masih ada kesempatan sampai 30 Desember 2021,” ujarnya.

Meski begitu, masih kata Mahfud, pihaknya berharap dalam dua Minggu ini SPJ yang belum diselesaikan bisa segera selesai. Karena mengingat, untuk program tahun depan KONI Kota Batu sedang fokus mempersiapkan pekan olahraga provinsi.

“Pak Wawali mewakili Wali Kota Batu menyatakan, bahwa apapun yang diputuskan dalam rapat ini Pemkot Batu berkomitmen untuk mendukung. Harapan kami kalau memang benar anggaran KONI pada 2022 nanti ditetapkan 4,5 miliar, artinya masih ada ruang bagi kami untuk mengajukan Penetapan Anggaran Kredit. Karena berdasarkan pengalaman anggaran 2019 sebesar 6 miliar, yang banyak itu ada pada bonus para atlet,” ungkap Mahfud.

Mahfud juga menguraikan, bahwa yang bisa dirasakan oleh para atlet adalah ketika kompetisi multi event seperti Porprov atau PON, karena bonusnya terbilang lumayan besar. Dan jika single event bonus yang diberikan pada para atlet terbilang kecil.

“Atlet sangat berharap pada Porprov dan PON karena bonusnya besar bisa menutupi lelahnya perjuangan saat latihan. Dari 31 cabor prestasi ada satu cabor yang tidak dipertandingkan, yaitu berkuda karena kekurangan atlet. Untuk dua cabor baru, yaitu Ikatan Olahraga Dance Indonesia (IODI) dan Arung Jeram juga ikut dipertandingkan,” paparnya.

Pihaknya juga berharap, dalam Raker ini disidang komisi dapat dipertajam pembahasan terkait program-program yang betul-betul bisa membawa atlet sampai pada puncaknya.

“Ya, pastinya itu salah satu harapan kami agar para atlet dapat sejahtera, selain medapatkan penghargaan maupun bonus uang pembinaan, sehingga nantinya merek tetap selalu bersemangan saat bertanding, dan jika menang itu dapat mengharumkan nama Kota Batu, baik dalam kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Eko)