Konsep Pentahelix, Alternatif Penanganan Pandemi

Pembina organisasi pers MOI Malang Raya, Ir. Suryo Widodo, MT, saat rapat koordinasi bersama KADIN, pengusaha dan pihak terkait. (Eko)

BACAMALANG.COM – Pemerintah daerah memiliki tugas untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam pelayanan publik. Namun di tengah keterbatasan saat pandemi seperti sekarang ini, dengan keterbatasan gerak dan jumlah SDM maka pemerintah daerah harus bisa melakukan kolaborasi dengan pihak lain. 

Pembina organisasi pers (MOI) Media Online Indonesia Malang Raya, Ir. Suryo Widodo, MT menyebutkan, salah satu konsep yang bisa dijalankan adalah konsep pentahelix atau multipihak dimana unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu dalam menangani wabah pandemi Covid-19.

“Rumus yang relevan adalah berbagi, saling menginspirasi, kolaborasi dan sinergi. Skema pentahelix sangat dimungkinkan. Saya melihat di era pandemi, kepala daerah yang piawai kolaborasi dengan pentahelix bisa beradaptasi dan berprestasi. Himpitan ekonomi, tekanan sosial dan juga politik selalu ada, tetapi dengan semangat kolaborasi segala sesuatu lebih mudah dilakukan secara bersama-sama,” kata Suryo sapaan akrabnya, usai rapat koordinasi yang melibatkan beberapa anggota dewan Kota Batu, KADIN, dan pengusaha serta beberapa pihak terkait, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, dibutuhkan sinergitas, koordinasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, karena menjadi faktor penting yang salah satunya juga untuk pemulihan ekonomi.

“Langkah awal yang dilakukan untuk mempercepat vaksinasi, dan call center serta beberapa lainnya. Kalau sampai tanggal 2 masih di level 4, artinya Pemerintah Kota Batu harus membuat tindakan lebih tegas. Dan masyarakat semua harus menyadari dan mentaati, agar supaya ke depannya lebih baik,” ujar dia.

Suryo yang juga Pimpinan Perusahaan (Pimrus) Jatim Park Grup, menyampaikan, bahwa pihaknya dalam hal ini bakal melibatkan mobil ambulance yang ada di JTP bersama dengan tenaga-tenaga medis yang ada.

“Ya, jadi untuk mobil ambulance kami ada tiga armada, nantinya itu kita perbantukan untuk mengatasi pandemi ini. Sedangkan terkait dengan rencana atau langkah berikutnya dan sebagainya itu, kami masih menyusun,” tukasnya.

Hal itu diungkapkan Suryo, berdasarkan  dari hasil keputusan rapat koordinasi yang melibatkan beberapa anggota dewan dan pengusaha bersama beberapa pihak terkait.

“Ini sebagai bentuk langkah awal kita, jadi semua sudah bisa mulai bekerja. Kami juga sudah sediakan itu (mobil ambulance-red) kepada warga maupun masyarakat yang membutuhkan, caranya cukup mudah, masyarakat bisa langsung menghubungi call center yang tersedia. Mobil ambulance yang ada di Kota Batu jumlahnya kan ada 43 unit, jika ditambah tiga unit lagi milik JTP Group, maka totalnya ada 46 unit mobil ambulance,” ungkap dia.

Berkaitan dengan kelengkapan oksigen, lanjut Suryo, pihaknya akan segera melengkapi. Semisal, jika ada warga  yang membutuhkan nantinya cukup menghubungi call center di nomor 034159 7777.

“Kami juga nantinya akan berkoordinasi dengan Ibu Wali Kota Batu, dan Bapak Kapolres Batu, yang nanti kami akan segera mengirimkan surat kepada beliunya,” ucapnya.

Sementara itu, berkait dengan giat yang di inisiasi oleh JTP Group tersebut, mendapat apresiasi dan dukungan dari beberapa kalangan anggota DPRD Kota Batu, seperti Agung Sugiono Gerindra, Deddy Irfan Alwani Partai Demokrat dan Ludy Tarnanto PKS, bersama Nurohman PKB.

Menurut Nurohman, kepedulian dan keberpihakan yang di gagas JTP, KADIN dan DPRD Batu, patut mendapat apresiasi dan dukungan dari semua elemen masyarakat.

“Pada intinya kami di dewan mendukung, karena nantinya bisa saja di sinergikan dengan program pemerintah daerah, dan juga bisa dilakukan secara mandiri, namun yang terpenting goalnya targetnya adalah menekan dan memutus mata rantai penyebaran daripada wabah Covid-19,” tandas dia.

Sehingga aktivitas ekonomi, lanjut Politisi PKB ini, ke depan nantinya bisa segera berjalan dengan normal kembali. Pihaknya juga merespon kebutuhan warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman). 

“Terlepas dari itu, ada hal lain yang harus di lakukan adalah agar betul-betul mentaati aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Semisal, masyarakat diminta mengurangi mobilitasnya, namun pemerintah tetap memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak yang sifatnya stimulus,” paparnya.

Pun berkaitan dengan penutupan tempat wisata, masih kata Nurohman, pihak pengelola juga harus berkomitmen untuk menutup operasionalnya.

“Seoerti hotel dan penginapan, harus komitmen yang sama untuk tidak membuka reservasi dan menerima tamu untuk menginap.
Supaya ada keseimbangan kalau mobilitas warga setempat dibatasi, pun begitu harusnya tamu luar kota yang masuk ke Kota Batu juga tidak diperbolehkan. Jika semua pihak berkomitmen, maka potensi penyebaran Covid-19 InsyaAllah dapat ditekan,” pungkasnya. (Eko)