Kontestasi Bursa Ketua PC NU Kabupaten Malang Menghangat, Begini Sorotan Direktur èLSAD

Caption : Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebagai Organisasi Islam terbesar sedunia, segala dinamika dan ritme aktifitas yang terjadi di tubuh Nahdatul Ulama (NU) selalu menarik untuk diulik dan diperbincangkan. Hal ini karena NU dinilai mempunyai basis massa yang besar, memiliki peran-fungsi strategis, dan bargaining power (bargaining position) yang besar, dalam mempengaruhi pengambilan kebijakan maha penting berkaitan dengan hajat hidup warga Kabupaten Malang.

Untuk Kabupaten Malang sendiri, menjelang pemilihan Ketua PC NU Kabupaten Malang, hingga saat ini telah muncul bakal calon sebanyak 3 orang. Diantaranya, petahana Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr H Umar Usman, MWC NU Turen, Gus Syafaat Muhammad dan Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Ulum, Putukrejo, Gondanglegi, KH Hamim Kholili. Fenomena menarik ini menyita perhatian Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula, ikut memberikan sorotan. Secara ringkas pria Alumnus FISIP Universitas Airlangga ini mengatakan perlunya memahami dua hal (2 poin) penting.

Dua point tersebut adalah cacat politik dan gerilya politik secara masif. “Dua point penting dalam kontestasi Pemilihan Ketua PC NU harus diketahui dan diperhatikan. Kedua poin tersebut adalah cacat politik dan gerilya politik secara masif,” papar Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula.

“Di NU, incumbent hampir pasti terpilih kembali. Petahana bisa gagal hanya jika: punya cacat moral di mata pemilih, dan/atau ada gerilya politik besar-besaran (masif). Karena tidak terlihat kedua faktor itu, maka dr. Umar hampir pasti terpilih lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, gelaran Muktamar NU ke-34 di Lampung ditunda karena kebijakan PPKM level 3 se-Indonesia pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 mendatang. Meski di satu sisi, banyak aspirasi dari warga NU menyarankan Muktamar diundur hingga 31 Januari 2022 mendatang karena momennya bertepatan Hari Lahir NU, namun hingga sekarang belum ada keputusan yang fix. (had)