KPAI Akan Pengawasan Langsung Kasus Perundungan Siswa SMP di Malang

BACAMALANG.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menindaklanjuti pengaduan atas kasus dugaan perundungan yang dialami seorang siswa SMPN di kota Malang. Dalam hal ini, Komisioner KPAI bidang pendidikan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memastikan kebenaran kabar bahwa jari kelingking korban akan di amputasi.

“Pihak Disdik Malang mengaku sudah menjenguk ke Rumah Sakit (RS) dan mendapatkan juga penjelasan dari salah satu keluarga korban bahwa terkait amputasi, dokter yang merawat masih terus melakukan observasi,” kata Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, beberapa saat lalu.

Adapun catatan lain dari hasil koordinasi KPAI dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Malang adalah sebagai berikut :

PERTAMA, bahwa peristiwa dugaan perundungan tersebut terjadi pada minggu kedua bulan Januari 2020. Terduga pelaku adalah teman korban di sekolah, ada teman sekelas, ada teman ekskul pramuka dan ada juga teman badan dakwah islam di sekolah tersebut, jumlah pelaku adalah 7 anak. Anak korban dikenal sangat pendiam, sehingga berpotensi menjadi korban perundungan;

KEDUA, Bentuk perundungan yang diterima korban dari pengakuan ke-7 anak terduga pelaku, yaitu:  anak korban diangkat bersama-sama kemudian dijatuhkan di masjid, dan selanjutnya  diduduki dan diinjak tangannya. Selain itu, anak korban juga mengaku kerap  jarinya terjepit ikat pinggangnya sendiri. Tindakan kekerasan tersebut menurut anak-anak pelaku bersifat bercandaan, tidak bermaksud meganiaya.  Padahal bully atau bukan, yang menentukan adalah korban sendiri, bukan pelaku.  Faktanya, bentuk perundungan yang dilakukan teman-teman korban sangat membahayakan keselamatan korban;

KETIGA, pihak sekolah diduga kuat tidak memiliki sistem pengaduan, sehingga kasus-kasus pembullyan semacam ini tidak dilaporkan oleh korban. Menurut pihak Dinas Pendidikan Kota Malang, pihak sekolah  tidak pernah juga melaporkan kejadian ini ke  Dinas Pnedidikan Kota Malang. Bahkan Kepada Disdik Kota Malang justru mengetahui peristiwa tersebut dari para wartawan, saat Kadisdik datang menjenguk kawannya yang dirawat satu RS dengan anak korban. Saat di RS itulah bertemu sejumlah wartawan dan mendapatkan informasi bahwa telah kasus perundungan yang menimpa  seorang siswa SMPN di kota Malang dan korban saat ini di rawat di RS tersebut. 

KPAI Akan Rakor dan Pengawasan Langsung

KPAI merencanakan pengawasan langsung atas kasus perundungan  yang menimpa seorang siswa di kota Malang, Jawa Timur.  Selain itu KPAI akan meminta pemerintah kota untuk memfasilitasi rapat koordinasi membahas penanganan kasus dan pencegahan kasus serupa terjadi di sekolah-sekolah lain.  KPAI segera bersurat kepada Walikota Malang untuk mengajukan rakor pada 13 Februari 2020.

KPAI akan meminta Pemkot untuk mengundang pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Malang, Inspektorat Kota Malang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (PPPA) dan P2TP2A kota Malang, serta pihak kepolisian yang saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus perundungan di SMPN tersebut. (Hum/Yon)