KPU Kabupaten Malang Sosialisasikan PKPU Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Coklit Data Pemilih

KPU Kabupaten Malang sosialisasikan PKPU nomer 7 tahun 2022 tentang Coklit dan daftar pemilih

BACAMALANG.COM – Salah satu kendala yang perlu segera diselesaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam tahapan Pemilu adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Oleh karena itu KPU Kabupaten Malang mensosialisasikan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih. Rencananya Coklit akan digelar pada pertengahan bulan Februari hingga Maret 2023.

Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Malang, Hilmi Arif menjelaskan sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, termasuk OPD dan stakeholder tentang penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dalam penyelenggaraan Pemilu dan informasi data pemilih.

“Target sosialisasi kami adalah seluruh stakeholder. Mulai dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, pondok pesantren, media massa hingga perwakilan dari disabilitas,” ucapnya, Sabtu (21/1/2023).

Substansi dari PKPU nomor 7 tahun 2022, lanjut Hilmi, adalah terkait siapa pemilih dan namanya.

“Apakah mereka dalam kategori pemilih yang terdaftar dalam DPT Pemilu sebelumnya, apakah masuk dalam pemilih tambahan ataukah pemilih khusus,” lanjutnya.

Pemilih tambahan adalah mereka yang pindah pilih karena tidak bisa menggunakan hak pilih di TPS yang ditentukan, sehingga harus mengurus surat pindah ke tujuan yang diinginkan.

Sedangkan pemilih khusus, adalah pemilih yang tidak tercantum dalam DPT. Namun mereka bisa menggunakan hak pilih di TPS terdekat sesuai dengan alamat KTP.

“Selain itu, dalam PKPU ini ada regulasi baru yang berbeda dengan sebelumnya. Salah satunya adalah terkait TPS khusus,” bebernya.

TPS khusus ini, untuk mewadahi mereka yang transit di satu tempat dengan jumlah pemilih lebih dari 100 orang. Sehingga KPU memiliki kewajiban memfasilitasi mereka dengan mendirikan TPS khusus.

“Contohnya TPS khusus di dalam Lapas ataupun di pondok pesantren,” tegasnya.

Masih kata Hilmi, saat ini KPU sedang menyusun daftar pemilih karena Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sudah turun dengan jumlah lebih dari 2 juta jiwa.

“Nantinya KPU akan memecah sesuai dengan jumlah TPS. Setidaknya sama persis dengan jumlah TPS pada Pemilu 2019 lalu yaitu sebanyak 8.409. Kalaupun ada tambahan jumlah TPS tidak banyak, hanya sekitar 20 – 25 TPS,” terangnya.

Hilmi menambahkan, sosialisasi ini akan menjadi dasar petugas untuk melaksanakan Coklit di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sehingga nanti akan diketahui berapa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024.

Terkait jumlah DPT, dijelaskan olehnya, ada peningkatan dari pemilu sebelumnya. Pemilu 2019 jumlah DPT sebanyak 1.996.687 jiwa. Berdasarkan data DP4, ada kenaikan jumlah DPT.

“Melalui sosialisasi ini, harapan kami masyarakat paham bahwa tahapan Pemilu 2024 sudah dalam tahapan pemutakhiran data pemilih. Syarat untuk menjadi pemilih, masyarakat harus memiliki e-KTP. Bagi masyarakat yang belum, kami harapkan untuk segera mengurus,” bebernya.

Sementara, bagi masyarakat yang mau mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih, bisa mengecek melalui website KPU, di www.cekdptonline.kpu.go.id., yakni dengan memasukkan NIK.

“Jika sudah terdaftar sebagai DPT akan muncul dan terdaftar di TPS mana. Sedangkan yang belum akan ada jawaban belum terdaftar,” pungkasnya.(him)