Krisis Air Bersih, 5 Mahasiswa UB Bantu Sarana Air Bersih di Buduran Sidoarjo

Simple Water Treatment di Dusun Kepetingan, Buduran Sidoarjo. (Ist)

BACAMALANG.COM – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat menyediakan air bersih bagi warga Dusun Kepetingan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Program pengadaan air bersih layak konsumsi dan berkelanjutan menggunakan metode simple water treatment ini diberi nama Gerakan Optimis Renewable Water (Go Reter).

Koordinator tim Go Reter, Rachmad Pratama Fauzi, menuturkan, bahwa Go Reter merupakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan pemuda-pemudi Karang Taruna di Dusun Kepetingan, Buduran.

Di balik permasalahan ketersediaan air bersih yang dialami masyarakat Dusun Kepetingan, terdapat potensi air baku berupa aliran sungai Kedungpelur yang dapat dimanfaatkan. Namun, kualitas air sungai yang masih di bawah batas baku mutu air bersih mengharuskan adanya proses peningkatan kualitas air.

“Untuk memanfaatkan air Sungai Kedungpelur yang terletak di dusun setempat dalam mengatasi krisis air bersih yang dialami warga setempat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat melalui pengolahan air Sungai Kedungpelur berbasis simple water treatment guna menjadi air bersih yang layak konsumsi”, terang Rachmad Pratama Fauzi, Senin (2/8).

Fauzi menambahkan, Dusun Kepetingan merupakan sebuah dusun terpencil yang terletak di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo yang termasuk pada salah satu daerah pedesaan yang masih mengalami kesulitan untuk memperoleh akses air bersih layak konsumsi. Mirisnya, masyarakat di dusun tersebut hingga kini masih mengandalkan air hujan yang ditampung sebagai sumber air konsumsi sehari-hari.

“Pada dusun ini terdapat 3 buah sumur air tanah, namun sayangnya air yang dihasilkan dari ketiga sumur tersebut berwarna keruh dan tergolong payau. Di kala musim kemarau tiba, masyarakat disana terpaksa untuk membeli air bersih hingga ke dusun lain yang berjarak 18 km”, katanya.

Dengan adanya penerapan sistem simple water treatment yang optimal diyakini mampu menjernihkan air, menurunkan kadar logam berat, membunuh sejumlah bakteri terkandung, dan menurunkan zat padat terlarut sehingga menghasilkan air dengan kualitas layak konsumsi.

Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, masyarakat Dusun Kepetingan telah beberapa kali dilanda penyakit diare dan gatal-gatal. Hal tersebut mengindikasikan bahwa air yang selama ini digunakan masih belum memenuhi standar kelayakan air bersih yang aman dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala Desa Sawohan, Nurul Munfatik mengungkapkan, pihaknya merasa senang adanya mahasiswa yang melirik permasalah air di dusun Kepetingan dengan menjalankan program pengadaan air bersih.

“Sehingga saya akan mendukung secara penuh selama berjalannya program ini”, kata Nurul Munfatik.

Hingga kini, program Go Reter masih berlanjut dan akan terus dikembangkan dengan bantuan pemerintah daerah dan pihak terkait guna mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Dusun Kepetingan. Diharapkan adanya program ini mampu mengurangi dampak akibat krisis air bersih yang dialami warga Dusun Kepetingan. (Lis/red)