Kulit Bisa Putih dengan MSG? Ini Penjelasan Dr Lala

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp KK (K). (ist)

BACAMALANG.COM – Akhir-akhir ini di media sosial marak beredarnya video tentang tips memutihkan kulit dengan MSG atau monosodium glutamate, bahan yang sering dipakai untuk penyedap masakan yang lebih dikenal dengan istilah micin.

Kira-kira bener nggak sih micin bisa membuat kulit menjadu putih? Agar tidak salah paham, kali ini Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp. KK (K) akan membahas dan memberikan wawasan tentang apa itu MSG, pentingnya pada tubuh, serta bahayanya apabila salah dalam penggunaannya.

“MSG adalah garam natrium dari asam amino glutamat. Asam glutamat secara alami ada di tubuh kita, dan di banyak makanan dan bahan tambahan makanan,” ungkap dr. Dhelya, Rabu (21/12/2022).

Wanita yang akrab disapa Dr. Lala ini menambahkan, MSG secara alami ada dalam kandungan bahan makanan seperti tomat dan keju.

“Orang-orang di seluruh dunia telah makan makanan kaya glutamat sepanjang sejarah. Misalnya pada hidangan sejarah masyarakat Asia yaitu kaldu rumput laut yang kaya akan glutamat,” ujarnya.

Pada tahun 1908, lanjutnya, seorang profesor Jepang bernama Kikunae Ikeda mampu mengekstraksi glutamat dari kaldu ini dan menentukan bahwa glutamat memberikan rasa gurih pada sup.

Profesor Ikeda kemudian mengajukan hak paten untuk memproduksi MSG dan melakukan produksi secara komersial.

Ditambahkan alumni FKUB ini, MSG diproduksi dengan fermentasi pati, gula bit, tebu, atau tetes tebu. Proses fermentasi ini mirip dengan yang digunakan untuk membuat yogurt, cuka, dan anggur.

Jadi apakah micin aman untuk digunakan?

“MSG pada makanan aman apabila jumlahnya kurang dari 0,5 gram. Namun, mengkonsumsi lebih dari 3 gram MSG dapat menyebabkan beberapa keluhan berupa gejala jangka pendek,” papar dokter yang kini menjabat sebagai Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSUD Dr. Saiful Anwar ini.

Gejala-gejala tersebut diantaranya sakit kepala, mati rasa, kulit kemerahan, rasa terbakar, kesemutan, jantung berdebar, serta timbulnya rasa kantuk.

Ia menjelaskan bahwa beberapa data menyebutkan, laporan kejadian buruk ini membantu memicu FDA untuk meminta kelompok ilmiah independen Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) untuk memeriksa keamanan MSG pada 1990-an.

“Laporan FASEB menyimpulkan bahwa MSG aman. Namun untuk memutihkan kulit apakah aman?,” ungkapnya.

Kandungan pada monosodium glutamate dapat memicu radang atau alergi pada beberapa orang.

“Untuk penelitian yang membahas MSG untuk memutihkan kulit memang belum ada. Sehingga belum ada ilmu kedokteran berbasis bukti yang membahas hal tersebut ” tandasnya.

Dokter Lala menyatakan, bahwa untuk memutihkan kulit dengan bahan alami yang telah terbukti secara klinis dapat menggunakan bahan – bahan seperti Temulawak (Curcuma xanthoriza), Akar Manis (Glycyrrhiza glabra), Bengkoang (Pachyrhizus Erosus), Raspberry (Rubus idaeus), Delima (Punica granatum) serta Daun Nangka Muda (Artocarpus heterophyllus).

“Kalau untuk memiliki kulit putih harus selektif memilih bahan pemutih ya, yang tentunya aman dan kulit yang sehat itu tidak harus putih loh,” pungkasnya. (*/ned)