Kunjungi Belitung Timur, Tokoh Pemuda Kampoengkopi Sumberdem Terkesan Adat Istiadat Melayu

Caption : Kondisi alam yang asri dan sejuk. (ist)

BACAMALANG.COM – Terjaganya adat-tradisi dan keseimbangan alam menciptakan keadaan lingkungan yang harmoni dan menentramkan hati.

Sikon seperti ini menjadi aset dan modal potensial yang layak diterapkan di semua destinasi wisata termasuk di Kabupaten Malang.

Hal ini dikatakan Tokoh Pemuda Kampoengkopi Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang Sukadianto saat berkunjung ke Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Seperti diketahui, Kabupaten Belitung Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Belitung dan beribukota Manggar. Kabupaten Belitung Timur pernah menjadi lokasi pertambangan timah sejak masa kolonial Belanda hingga masa Orde Baru.

“Disini adat istiadat dan budaya sangat terjaga khususnya untuk kearifan lokalnya. Terlihat di setiap desa atau dusun disitu dikasih papan nama. Dukun Balok/nama di tiap lokasi tersebut. Kalo untuk di kawasan yang dekat dengan air disitu ada beberapa pemangku wilayah,” terang Tokoh Pemuda Kampoengkopi Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang Sukadianto, Senin (29/11/2021).

Dikatakannya dukun air, ia bertugas untuk menjaga kawasan air baik ekosistem di dalamnya juga dari siapapun yang merusaknya dari hulu sampai muara dan biasanya mengasih rambu-rambu atau pesan setelah dapat isyaroh dari apa saja yang ditemukan di air tersebut.

Ketua lembaga adat, bertugas menjaga adat dan tradisi di area tesebut. Untuk Dukun kampung, bertugas menjaga keselamatan warga kampung dari marabahaya apapun.

“Sementara Pak Lebai bertugas sebagai tokoh agama di area tersebut. Sehingga disini adat istiadat dan budaya masih sangat terjaga meski kemajuan jaman semakin ingin menggerusnya,” tukasnya.

“Harapan saya semoga di Malang bisa terjaga adat dan tradisi biar keseimbangan alam akan tetep harmon. Seperti halnya juga yang terjadi disini,” terangnya.

TRAVELING DAN MENIMBA ILMU

Sukadianto melakukan kunjungan adalah untuk traveling dan menimba ilmu menjajagi kerjasama pengembangan bisnis Kopi.

“Tujuan kesana pertama untuk jemput keluarga sekalian menimba ilmu dari beberapa desa yang sudah menjadi tujuan wisatawan,” terang Sukadianto.

Dikatakannya, ia berangkat dari Malang tanggal 22 November dan rencana kembali ke Malang tanggal 4 Desember.

Ia berangkat sendirian dari Malang. “Saya berencana ketemu dengan pengusaha cafe di Tanjung Pandan untuk membicarakan kerjasama untuk produk kampoengkopi. Ada beberapa teman yang mau membantu memasarkan produk kami,” tukasnya.

“Sebenarnya tidak ada kegiatan yang resmi dari manapun. Hanya banyak sharing dengan beberapa sahabat penggiat desa wisata,” tuturnya.

Ia mengungkapkan kesan saat berada disana. “Kesannya sangat terpesona bukan hanya dengan keindahan alamnya, juga dengan tradisi Melayu yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Sehingga kearifan lokal masih sangat kental disini. Harapan saya semoga Belitung Timur semakin dikenal dunia pariwisata bukan hanya nasional tapi juga internasional,” pungkasnya. (had)