KURIKULUM BARU

Dosen Universitas Jember, Dr. Sukidin, M.Pd.(ist)

Oleh: Dr. Sukidin, M.Pd*

Mungkin kami memang sudah ditakdirkan menjadi pendidik.

Sehari-hari kami sebagai pengajar di FKIP Universitas Jember. Di samping itu kami juga mengelola Yayasan Edukasi Mandiri.

Dalam perkembangannya Yayasan Edukasi Mandiri memiliki beberapa unit kegiatan. Salah satu unit kegiatan yang sedang menjadi fokus pengembangannya adalah Pesantren Edukasi Mandiri.

Sebagai pengelola Pesantren Edukasi Mandiri (PEM), kami berupaya untuk terus melakukan inovasi, terutama pada aspek kurikulum dan pembelajaran.

Meskipun kecil dan sederhana, kami hadir dengan semangat perubahan dan berkomitmen untuk berkontribusi pada kemajuan pendidikan.

Model pendidikan yang menjadi spirit kami adalah pendidikan inklusif untuk kemajuan peradaban dunia.

Dalam upaya merealisasi mimpi tersebut Pesantren Edukasi Mandiri (PEM) mengusung slogan, “Merawat Tradisi Merespon Globalisasi”.

Pesantren Edukasi Mandiri (PEM) merupakan pesantren yang para santrinya khusus mahasiswa.

Para mahasantri merupakan mahasiswa dari beragam fakultas di Universitas Jember dan perguruan tinggi lain yang ada di Jember.

Ada mahasantri putri dan mahasantri putra. Para mahasantri di samping kuliah juga mengikuti kegiatan keagamaan dan belajar mengaji di pesantren.

Kurikulum di Pesantren Edukasi Mandiri (PEM) dirancang sangat simple, karena harus menyesuaikan dengan jadwal mahasiswa di kampus.

Pembelajaran agama dilaksanakan ba’da sholat magrib dan ba’da sholat subuh.

Materi pembelajaran meliputi tadarus Qur’an (murajaah), tahfidz Qur’an (terutama juz 30), mengkaji kitab-kitab fiqih klasik, seperti sulam taufik, dan belajar public speaking (ceramah agama).

PEM telah memiliki channel youtube, yang dapat diakses pada laman Sekolah Resonansi Kehidupan.

Kontennya tentang kegiatan PEM, ceramah para mahasantri, Yayasan Edukasi Mandiri (YEM) Berbagi sembako, khotbah Jum’at pengasuh, kegiatan Seminar, dan lain-lain.

PEM juga memiliki blog dengan laman Sukidin.id, yang berisi artikel atau opini tentang fenomena sosial, filsafat dan kajian keagamaan.

Beberapa hari yang lalu, ada salah salah satu Ustadz yang biasa mengajar mengaji di PEM, mengikuti pelatihan metode mengaji baru di Jakarta.

Metode baru itu disebut metode Kauny. Metode Kauny adalah sebuah metode menghafal Al-Qur’an dengan cara unik yaitu menghafal ayat Al-Qur’an beserta artinya dengan menggunakan visualisasi gerakan tangan.

Metode Kauny selanjutnya lebih popular dengan istilah Kauny Quantum Memory (KQM).

Hasil dari pelatihan dengan metode KQM tersebut selanjutnya diujicoba pada mahasanri di PEM.

Metode Kauny Quantum Memory (KQM) ternyata sangat efektif dalam membantu para mahasantri dalam proses menghafal Al-Qur’an dan sekaligus memahami maknanya.

Implementasi dari metode KQM yaitu dengan cara para mahasantri diminta untuk membaca, kemudian diiringi visual gerak tubuh (seperti bahasa isyarat).

Segera setelah itu para mahasantri diminta untuk mengucapkan makna dari bacaan tersebut.

Penerapannya dengan cara membaca dan mengartikan memakai gerakan tangan atau gestur tubuh.

Melalui metode KQM perolehan hafalan Al-Qur‟an yang dimilki oleh para mahasantri terus bertambah.

Metode KQM merupakan kurikulum baru yang dimiliki oleh PEM. Penerapan metode KQM akan terus dikembangkan di masa depan.

Sasarannya juga mulai diperluas, tidak hanya pada para mahasantri, tetapi juga sudah mulai ada kelas untuk warga sekitar.

Metode KQM ini sangat mudah, fleksibel dan menyenangkan. Metode KQM cocok untuk segala usia, dari anak-anak, generasi muda, sampai orang tua.

Metode KQM menghadirkan cara belajar dengan tersenyum, ceria dan rileks.

Metode KQM dapat sebagai alternatif cara mudah mempelajari Al-Qur’an, dari belajar cara membaca sampai memahami maknanya.

Dengan demikian kita bisa menjadi umat yang beriman dan mencintai kitab sucinya.

Kurikulum baru berikutnya yaitu kegiatan pembiasaan sholat tahajud atau sering disebut Qiyamullail (QL).

Kegiatan QL merupakan usulan dari mahasantri. Sebelumnya para mahasantri sudah melakukan QL, namun masih dilakukan sendiri-sendiri (personal).

Kemudian muncul ide agar pelaksanaan QL dilakukan secara berjama’ah, sehingga menjadi gerakan kolektif.

Akhirnya disepakati diadakan kegiatan baru yaitu QL. Saat ini QL sudah menjadi kurikulum di Pesantren Edukasi Mandiri (PEM).

Para mahasantri memiliki tambahan pembiasaan baru yaitu QL. Pelaksanaan Ql dimulai pukul 02.30 dini hari.

Pada saat orang-orang masih tidur kita bangun untuk bersimpuh di haribaan Allah.

Situasinya benar-benar hening, sehingga kita dapat lebih khusuk ketika melakukan sholat raka’at demi raka’at.

Sholat tahajud dilakukan sejumlah 8 raka’at, dengan tiap 2 raka’at salam. Qiyamullail ditutup dengan sholat witir, dengan 3 raka’at salam.

Kegiatan sholat malam secara berjama’ah ternyata menjadikan sholat kita lebih syahdu, ada penghayatan yang mendalam tentang relasi Sang Khalik dengan hambanya.

Setelah sholat malam, hati menjadi tenang dan jiwa menjadi tentram. Usai sholat malam, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Qur’an secara sendiri-sendiri.

Semua mahasantri memiliki target untuk menghatamkan bacaan Qur’an masing-masing.

Hal ini dilakukan sampai menjelang subuh. Masha Allah, saya merasa terharu menyaksikan ghirah (semangat) mengamalkan ajaran agama yang dilakukan mahasantri.

Tanpa terasa, air mata menetes ke pipi sebagai rasa syukur pada Yang Kuasa. Lalu nikmat yang mana lagi, yang akan kau dustakan.

Inilah dua kurikulum baru yang saya maksud dalam tulisan ini. Kurikulum mengaji dengan metode Kauny Quantum Memory (KQM) dan kurikulum Qiyamullail (QL).

Semoga dua kurikulum baru tersebut mampu menghadirkan generasi masa depan menjadi generasi yang mencintai kitab sucinya dan memiliki keimanan yang kokoh.

Bisa tumbuh kembang menjadi generasi yang memiliki kompetensi tinggi dalam ilmu pengetahuan dan berpegang teguh pada ajaran agama dengan spirit berakhlak mulia.

Teriring do’a mudah-mudahan para mahasantri menjadi generasi teladan, untuk peradaban dunia yang berkemajuan.

Sekolah Resonansi Kehidupan, 27 November 2022

*) Penulis: Dosen Universitas Jember, Dr. Sukidin, M.Pd.

*) Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan bukan bagian dari BacaMalang.com