LAZISNU Dirikan Dapur Umum dan Tinjau Lokasi Huntara Gempa Cianjur

Peninjauan lokasi Huntara NU. (ist)

BACAMALANG.COM – Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Barat meninjau lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban gempa di Kabupaten Cianjur.

Rombongan bertemu dengan masyarakat yang terdampak bencana, tepatnya di Kampung Benjot di Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang. Pada kunjungan hari ketiga LAZISNU tersebut banyak menerima keluhan dari masyarakat yang sangat membutuhkan tempat tinggal.

“Insyaallah LAZISNU PWNU Jawa barat akan segara mendirikan bangunan Huntara NU yang nantinya akan dibangun di sekitaran wilayah Desa Cibulakan,” ujar Ketua LAZISNU Jabar, Qomarudin dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Selanjutnya LAZISNU Jawa Barat juga bertemu dengan salah satu tokoh masyarakat KH Anwar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kaung Gading yang juga sama terdampak bencana.

Pihaknya berkoordinasi dengan beberapa elemen dari desa serta masyarakat untuk nantinya meminta izin didirikannya Huntara NU.

“Semoga apa yang bisa diberikan dapat bermanfaat bagi para korban yang terdampak gempa,” tuturnya.

KH Anwar berdoa bersama para korban yang tinggal di tenda-tenda agar para korban diberikan ketabahan serta dikuatkan dalam menghadapi cobaan.

Sebelumnya, PCNU Kabupaten Cianjur juga telah akan membangun hunian sementara untuk para korban gempa di beberapa titik lokasi. Hunian tersebut bertujuan agar para korban bisa berada di tempat yang layak.

“Hari ini kita akan membangun rumah hunian sementara di beberapa titik karena kami melihat di lapangan tidak memungkinkan dalam waktu yang lama korban gempa ini berada di tenda-tenda darurat,” kata Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Deden Utsman Ridwan dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Dipaparkannya pihaknya menginginkan terdapat hunian yang layak bagi korban gempa. Terlebih saat ini sedang menghadapi musim hujan. “Kami menginginkan ada semacam penampungan yang layak yang bisa melindungi dari hujan, terutama sekarang kita sedang menghadapi musim hujan,” tukasnya.

NU Peduli Bencana Cianjur juga mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makanan siap santap bagi warga terdampak gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. Dapur umum dipusatkan di Pondok Pesantren Modern Al-Musyarrofah Jl Raya Sukabumi Kampung Pasantren, Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.

Dapur umum tersebut melengkapi bantuan tahap kedua dari LAZISNU PBNU berupa barang-barang kebutuhan bersifat mendesak seperti terpal, selimut, karpet, sembako, makanan balita, peralatan mandi, peralatan masak, alat P3K, dan bantuan lainnya.

Pada pengiriman bantuan tahap kedua yang tiba Jumat (25/11/2022), NU Peduli bersama-sama dengan PCNU Cianjur dan LAZISNU Cianjur mengunjungi beberapa titik terdampak gempa bumi.

“Kami LAZISNU PBNU bersama-sama dengan PCNU Cianjur dan LAZISNU Cianjur mengunjungi beberapa titik yang tertimpa musibah gempa, dan menyalurkan bantuan logistik seperti sembako, obat-obatan, popok bayi, popok lansia, pembalut, genset, alat penerangan, tikar, dan bantuan kebutuhan pokok lainnya yang masih sangat diperlukan oleh saudara-saudara kita di Cianjur,” kata Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan.

Sementara itu Ketua Posko Induk NU Peduli Bencana Cianjur, Jamiludin menuturkan, adanya bantuan tersebut akan sangat membantu masyarakat. Ia menegaskan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Insyaallah kepercayaan dari para donatur kita akan pegang dengan baik, dan apa yang telah diberikan oleh donatur sudah kita salurkan semaksimal mungkin kepada masyarakat terdampak dengan tepat sasaran,” ungkap Jamiludin.

Ia pun menjelaskan bahwa bantuan untuk warga didistribusikan di berbagai titik kecamatan di Kabupaten Cianjur. Saat ini, kata Jamiludin, sudah ada enam titik Posko yang didirikan. Pos-pos tersebut berada di enam kecamatan yakni Cugenang, Warungkondang, Gekbrong, Cilaku, Pacet, dan Kecamatan Cipanas.

“Insyaallah ke depan kita akan tambah lagi Posko untuk penanganan pengungsi,” katanya.

Di setiap posko tersebut, lanjutnya, dibangun juga dapur umum, pelayanan kesehatan, dan healing center.

“Kita pun mengadakan dapur umum, layanan kesehatan, dan trauma healing. Karena dari (aksi) NU Peduli sendiri terbagi atas beberapa klaster, di antaranya klaster kesehatan yang bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan NU, dengan kegiatan yang menyasar titik-titik yang belum tersentuh oleh tim medis. Lalu, ada juga aksi trauma healing atau healing center dengan tujuan kegiatan agar masyarakat dapat melanjutkan hidup tanpa adanya bayangan kejadian traumatis,” jelas Wakil Ketua PCNU Cianjur itu.

Untuk diketahui, kegiatan NU Peduli Bencana Cianjur mulai hari pertama langsung mendirikan Posko di setiap titik dan membentuk Satgas bersama LPBI NU, LAZISNU, LKNU serta lembaga dan Banom NU lain.

Aktivitas di Posko NU Peduli sampai saat ini masih terus mendistribusikan bantuan dengan teknis pengambilan bantuan oleh RT dan RW setempat dan ada pula yang didistribusikan langsung oleh Tim NU Peduli ke lokasi masyarakat terdampak gempa.

“Alhamdulillah, bantuan yang kita salurkan tepat sasaran karena untuk teknis pendistribusiannya itu kami atur secara tertib dan teliti,” pungkasnya. (*/had)