Lepaskan Tembakan, Polresta Malang Kota Ringkus Pelaku Curanmor

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, S.I.K., M.Si saat memimpin konferensi pers ungkap kasus curanmor. (Eko)

BACAMALANG.COM – Dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polresta Malang Kota. Dalam peristiwa ini, polisi sempat melepaskan tembakan karena pelaku melawan dengan menodongkan softgun jenis Revolver dan FN.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto menjelaskan, penangkapan ini bermula pada Kamis (9/9/2021) dini hari lalu. Saat itu, anggota Resmob Polresta Malang Kota melakukan giat patroli malam (Kring Serse) di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Sekitar pukul 02.30 WIB, anggota kami melintas di Jalan Kerto Raharjo, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pada saat itu, anggota melihat dua orang laki-laki yang mencurigakan, dengan mengendarai sepeda motor Nopol N 3080 YAS,” terang Buher kepada awak media.

Mantan Kapolres Batu ini menambahkan, kemudian anggota Resmob Polresta Malang Kota membuntuti dan melakukan pemantauan dari jauh. Kedua pelaku yakni MB (41) yang belakangan diketahui seorang wiraswasta berdomisili di Desa Jatiroto Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember dan ZA (20) karyawan swasta yang berdomisili di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.

“Kedua pelaku sebelum beraksi, janjian dulu dan bertemu di dekat Kantor Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, kemudian ZA membonceng MB menuju Kota Malang untuk melancarkan aksinya mencuri motor di salah satu rumah korban NS warga Jalan Kerto Raharjo, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru,” imbuh dia.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo menambahkan, bahwa yang bertindak sebagai eksekutor pencurian adalah MB dan ZA yang mengawasi lokasi sekitar.

“Setelah diketahui, anggota Resmob Polresta Malang Kota langsung memastikan dan kemudian mengejar kedua pelaku, yang melakukan pencurian sepeda motor sampai ke Jalan Raya Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pada akhirnya aggota Resmob berhasil memepet salah satu pelaku hingga akhirnya terjatuh,” papar beber Tinton.

Pada saat salah satu pelaku sempat akan menolong temannya yang terjatuh, lanjut Tinton, langsung dilakukan penangkapan. Bahkan, diantara pelaku sempat akan mengeluarkan senjata shofgun jenis Revolver berikut enam buah selongsong yang berisi peluru gotri dan satu buah senjata shofgun jenis FN berwarna hitam, berikut satu buah peluru gotri yang dibawa oleh masing-masing pelaku.

“Kemudian anggota Resmob Polresta Malang Kota, langsung memberikan tindakan tegas terukur. Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, kini kedua pelaku mendapat ancaman berlapis yang mana sudah melanggar pasal 363 KUHP, dengan ancaman maksimum 7 tahun penjara dan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia No. 12 tahun 1951,” tandasnya. (Eko)