Lewat Inclusive Leadership Camp, PSP2M UB Siapkan Pemimpin Inklusif Masa Depan

Paparan materi di giat PSP2M UB Inclusive Leadership Camp. (ist)

BACAMALANG.COM – Jelang Nusantara menjadi Mercusuar Dunia nanti, kiranya dibutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kesadaran akan inklusivitas.

Terkait hal ini lewat Inclusive Leadership Camp, Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Brawijaya (PSP2M UB) menyiapkan Pemimpin Inklusif Masa Depan.

“Kami percaya bahwa peserta sekalian adalah calon pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia. Seorang pemimpin harus memiliki spektrum hidup yang luas, oleh karenanya harus saling bertemu agar bias-bias yang ada seperti bias gender, agama, ekonomi dan disabilitas dapat dikonfirmasi langsung secara riil,” tegas salah satu pemateri, Rachmad Gustomy, S.IP., M.IP.

Adapun peserta dari Inclusive Leadership Camp terdiri atas 60 peserta yang semuanya merupakan ketua serta pengurus dari berbagai organisasi mahasiswa di Universitas Brawijaya seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Pengawas mahasiswa (DPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Kegiatan dilaksanakan sejak Kamis (4/8/2022) hingga Sabtu (6/8/2022), bertempat di salah satu hotel di Kota Batu.

“Pemilihan tempat kegiatan di sini diantaranya adalah karena inklusivitasnya. Anda dapat menemukan masjid, gereja, vihara, serta pura tidak jauh dari sini,” tandas salah satu pemateri kegiatan, Yusli Effendi, S.IP., M.A.

Pada hari pertama, peserta dikumpulkan di dekat Kantor Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Universitas Brawijaya dan diberangkatkan bersama-sama pada pukul 11.00 WIB menuju tempat pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, peserta melakukan sharing dan diskusi mengenai problem eksklusivitas, dilanjutkan dengan nonton bareng dan diskusi film.

Pada hari kedua, peserta diberikan materi mengenai inklusivisme agama, etnis, gender dan disabilitas serta kampanya inklusif media digital.

Di hari terakhir, peserta mengikuti outbond serta kunjungan ke LSM Suara Perempuan Desa, Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa Batu dan Vihara Dhammadipa Amara.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah mencetak kader calon pemimpin yang resilien serta berkemampuan mengidentifikasi dan mengampanyekan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas.

Dalam kegiatan ini peserta diberikan beragam materi seperti Selayang Pandang Kepemimpinan Mahasiswa di Indonesia, Kepemimpinan inklusif dalam perspektif multikulturalisme, Kepemimpinan inklusif dalam perspektif gender, Kepemimpinan inklusif dalam perspektif disabilitas dan Pembuatan konten inklusif dalam dunia digital.

Beragam aktifitas yang digelar yakni seminar dan diskusi dengan para
pakar, Proyek tim aktivitas pembelajaran berbasis probematika, Study tour ke Suara Perempuan Desa (Rural Women Voices) kota Batu dan kunjungan ke Sekolah Tinggi Agama Budha Kertarajasa Kota Batu, Nobar dan Diskusi Film, serta Outbound. (had)