Lewat Sabun Organik Rosemary, Mahasiswa Ini Berdayakan Masyarakat di Tengah Pandemi

Foto: Mahasiswi UMM berdayakan masyarakat. (ist)

BACAMALANG.COM – Lewat pembuatan Sabun Organik Rosemary, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberdayakan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Kondisi pandemi ternyata meningkatkan kebutuhan akan sabun. Hal ini tentu bisa menjadi peluang dalam meningkatkan ekonomi warga Bandulan,” terang ketua tim Afiyah Chantika, Senin (6/9/2021).

Seperti diketahui, Universitas Muhammadiyah Malang senantiasa mendorong sivitas akademikanya untuk melakukan pengabdian ke masyarakat.

Kali ini giliran tim mahasiswa UMM melalui Program Kreatifitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), berinisiatif membentuk wirausaha kreatif di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Adapun kelompok PKM-PM yang beranggotakan Afiyah Chantika Fatmasary, Novita Dewi Anggraeni, Andy Harlissa dan Nadira Safira Darmaji ini menjadikan Sabun Organik Rosemary sebagi produk andalan UMKM setempat.

Ia menceritakan bahwa pengembangan produk sabun rosemary dipilih berdasarkan hasil diskusi dengan warga setempat.

Dalam diskusi tersebut, mereka mendapati bahwa situasi pandemi Covid-19 meningkatkan kebutuhan akan sabun.

Melihat peluang yang ada, kelompok mahasiswa UMM kemudian melakukan pendampingan dan pengembangan UMKM dengan produk sabun rosemary ini.

Fiya sapaan akrabnya menjelaskan alasannya memilih bunga rosemary sebagai sabun.

Satu di antaranya karena bunga tersebut memiliki kandungan zat anti bakterial yang tinggi.

Sehingga cocok sebagai bahan dari sabun yang berfungsi mencegah adanya bakteri pada kulit.

Selain itu, rosemary juga memiliki aroma wangi yang khas, sehingga tidak memerlukan pewangi tambahan.

Adapun pendampingan untuk membangun UMKM kreatif ini ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK.

Mereka telah memberikan pelatihan dan pendampingan sebanyak 15 kali sejak bulan Juni lalu. Ibu-ibu setempat diajarkan bagaiaman membuat sabun serta langkah-langkah memasaran produk.

Saat ini, Sabun Organik Rosemary tersebut telah tersebar di toko-toko warga.

Dijelaskan Fiya, nantinya produk sabun terkait akan dipasarkan secara online agar mendapatkan pasar yang lebih luas.

Adapun harga jual untuk sabun sendiri hanya dipatok sebesar Rp 11 ribu.

PKM-PM dengan judul “Inovasi Sabun Organik Rosemary Alternatif Upaya Memelihara Kebersihan dan Meningkatkan Perekonomian di Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun – Jawa Timur” tersebut telah lolos pendanaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (DIKTI) pada Mei lalu.

Lebih lanjut, mahasiswa Farmasi UMM ini berharap melalui pengabdian ini, pihaknya dapat membentuk UMKM yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi, utamanya bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Tidak berhenti di wilayah Bandulan saja. Sehingga akan muncul desa-desa lain yang memiliki produk andalan dan kemandirian ekonomi,” ungkapnya mengakhiri. (*/had)